Rabu, 07 Agustus 2013

Percayalah...

aku dan kamu.... semakin hari kita semakin dingin, sulit mengenali hati satu sama lain...

aku dan kamu.... kerap tersungkur pada retakan retakan yang hampir menjurangi kita...

aku dan kamu.... semakin membutuhkan pelukan pada rindu yang kian menghujam pergelangan dada...

aku dan kamu.... berlarut pada peluru tajam yang kerap menikam, pembunuh paling bengis, kecemburuan....

Namun....

percayalah... aku akan tetap menggenggam jemarimu, menuntunmu pada kedamaian...

percayalah... aku akan terus menghapus lelahmu, dan siap untuk sekadar menjadi sandaran kepalamu...

percayalah.... aku akan terus memelukmu dengan caraku, dengan doaku, dengan setiaku...

karena, percayalah...

cinta yang kulabuhkan padamu, tanpa jeda, tanpa gugur, tanpa patah, tanpa rapuh dan tanpa keraguan...

*kepadamu, pemilik mata indah kecoklatan

Bekasi, 7 Agustus 2013
dalam keheningan...

Rumah Tangga?

Sesekali saya bertanya kepada diri saya sendiri, apakah orang yang melihat saya, ingin menjalani kehidupan seperti saya? Satu hal yang menj...