Sabtu, 14 Desember 2013

DESEMI

Desemi...
Begitu Tuhan ciptakan engkau layaknya Bidadari. bukan! Bukan bidadari yg jatuh dari surga, melainkan semesta melahirkan mu denga segala sujud syukur..

Desemi...
Ah.. Jangan tersenyum didalam wajah malaikat itu, kau lupa sudah berapa banyak yg telah kau buat jatuh hati?

Desemi...
Aku iri padamu! Iri! Dengki! Bukan karna kau memang lebih cantik dariku, namun Tuhan ciptakan kau dengan hati berlapis baja, sehingga kau sekuat itu..

Desemi...
Aku kerap kali heran, darimana kau dapatkan suara suara surga, ya. Suara itu terdengar dari tawa mu

Desemi...
Apa yang kau cari? Apa yang kau ingin? Sehingga rela menumpahkan darah satu ember kiranya dan berjuang nyawa demi, haha! Demi anak yg kerap membuatmu menangis?!!

Desemi...
kau tau? Luka, pada hatiku melihatmu sendirian mencari uang, padahal kau seharusnya sudah menikmati hasilnya..

Desemi...
Aku benci ketika aku durhaka! Aku ingin mati saat itu, melihat air yg menghujani matamu, beri aku sebuah batu nisan untuk ku pukul saja kepala ini..

Desemi...
Aku tau jutaan mimpi indahmu yang telah terukir jelas dari raut-raut keriputnya tulang pipi mu..

Desemi...
Sudahlah! Kau selalu nampak muda dan cantik, tanpa riasan2 itu..!

Desemi...
Kerap kita berjumpa, berpelukan, berciuman, namun kita tak lupa berpura2 bahagia hanya demi menguatkan, aku tau diam diam kau berkata "aku baik-baik saja" padahal TIDAK!

Desemi...
Terimakasih.. Maaf, dan aku mencintaimu..

Jakarta, 14 Desember 2014
-anakmu, yg belum sempat membahagiakanmu

Rumah Tangga?

Sesekali saya bertanya kepada diri saya sendiri, apakah orang yang melihat saya, ingin menjalani kehidupan seperti saya? Satu hal yang menj...