Mungkin kau adalah nasi uduk sarapan pagiku, yang aku santap dengan harap penuh kebugaran sampai nanti siang hari
Sebab, bila ini adalah sebuah ibarat,
Tawa dan canda mu ialah kerupuk yang merenyahkan kunyahanku,
Pelukanmu ialah sambel yang genit menggigit lidahku
Yang lebih serunya, bersamamu bagaikan semur jengkol dan tempe orek bila dikunyah menari-nari rasanya,
Namun kau perlu ingat, aku mungkin bertemu nasi uduk pagi ini
Siangku belum tahu ada apa,
Malam nanti bisa saja banyak makanan lainnya,
Itu sebabnya, kau adalah nasi uduk sarapan pagiku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar