Sabtu, 17 Maret 2018

Rumah Tangga?

Sesekali saya bertanya kepada diri saya sendiri, apakah orang yang melihat saya, ingin menjalani kehidupan seperti saya?

Satu hal yang menjaga saya saat ini adalah rasa syukur, tanpanya mungkin saya ludahi kehidupan ini!

Layaknya ketika saya melihat sepasang suami istri dan dua anaknya berjalan seperti keluarga, memang nyatanya.
Rasanya saya ingin mengamuk saja, ingin meludah saja, mungkin muak dengan rasa ingin, atau rasa lelah, lelah karena ingin.
Mungkin kau merindukan pasanganmu ingin memeluknya atau tertawa bersama, namun yang saya rindu lebih dari itu. Saya rindu sebuah keluarga, yang mengakibatkan saya ingin cepat-cepat menikah saja.
Saya rasa saya bisa mengatasi rasa rindu itu sendiri dengan menikah.
Bodoh kalau ada yang bilang menikah agar terhindar dari zinah, bodoh!

Mengapa saya ingin menikah muda?
Terlepas dari segala kesiapan, atau tetek-bengek keharusan, saya hanya rindu sebuah rumah tangga, rindu yang hampir tak tertuang selama 20 tahun, naif.

Selama ini saya hanya berusaha menafaskan diri saya, agar tak begitu sesak, dengan berbagai kerumitan di luar rumah, dengan berbagai kegiatan, yang pada akhirnya saya pulang dan kosong.

Saya benci rumah saya, saya benci kamar saya, bahkan kasur saya, bila bukan rasa syukur yang mengelus dada saya serta menahan agar tak saya lenyapkan mereka itu.

Saya hanya ingin pulang, benar-benar pulang.

Betapa tidak pedulinya saya terhadap apa saja yang menyesakkan dada saya.
Mungkin kebodohan saya ini terlihat dari setiap saya ke rumah, saya hanya berbaring dan berharap segera pagi, agar saya bisa pergi lagi.

Apa saja usaha yang saya coba untuk pulang, bahkan pergi hasilnya sama, saya tetap kosong.

Saya hanya ingin pulang, kepada rumah tangga, entah sebagai anak, istri atau menantu, saya hanya ingin pulang, itu saja.

Selasa, 30 Januari 2018

Sepenggal

untuk beberapa saat aku termakan oleh dosaku, meninggalkanmu atau mungkin datang padamu.
keduanya sama dosa, hanya saja salah satunya membuat kau bernapas lebih biasa,
munafik katanya kalau ini semua demi kebaikan kita bersama, nyatanya kau sangat tidak dalam keadaan baik maupun diriku.
kau bilang jangan menjadikan risau sebagai puisi, agar tak ada yang benar benar mengenaliku, namun apa daya jemariku sama dosanya dengan diriku, ia sungguh lancang sampaikan rindu padamu dengan beberapa puisi.
ini bukan puisi, kubiarkan risau ku berbaris pada prosa-prosa, biar saja mereka tahu tentang diriku, asal kau pun mengetahuinya aku tak peduli!

sama dosanya keduanya sama dosanya,


Senin, 22 Januari 2018

Kopi

Menurutku kehidupan itu seperti kopi ;

Kau akan merasakan asam dan pahitnya di awal,
Bahkan hampir kau muntahkan karena asing dengan rasanya,
Kemudian...

Kalau kau ingin pelajari,

Lidahmu akan mengenalnya lebih baik,

Ibaratkan, Asam itu cinta
Dan pahit ialah ketidak adilan,
Apakah kau akan menolaknya begitu saja?
Tidak.
Kau harus bersamanya selama kau mampu,

Kau tak hanya mencicipi lalu muntahkan begitu saja,

Namun setelah kau pelajari,

Lidahmu akan akrab dan kau akan semakin paham,
Bahwa manis bukanlah melulu tujuan rasa,
Asam dan pahit pun kau bisa indahkan,

Jika kau pelajari...

Rabu, 10 Januari 2018

Aku ingin

Mungkin pagi ini sedikit hangat
Sebab lenganmu melingkar ditubuhku, ntah perasaan apa ini yang menginginkannya berkali-kali
Terbangun dan melihat wajahmu tepat untuk mengawali hari.
Dan aku ingin...

Ingin rasanya menikmati setiap detik waktu bersamamu,
Ingin rasanya tertawa menertawakan apa apa saja bersamamu,
Ingin rasanya membuatmu marah lalu meredamnya dengan pelukan,
Ingin rasanya khawatir kepergianmu namun kuat sebab yakin kau akan kembali,
Ingin rasanya berdebat akan beda pandangan kita kemudian menemukan jalan untuk tidak berlawanan,
Aku ingin...

Ingin menikmati jemarimu hingga keriputpun menyeluruh pada sela sela kulitmu,
Ingin mententuh rambutmu berkali-kali sampai warnanya berubah putih,

Aku ingin ....

30 Juli 2017

Jumat, 05 Januari 2018

Ntah

Ntah rindu
Ntahlah
Hanya ingin ku tulis
Sebagian getar tak sedap di hati malam ini

Apalagi yang harus ku katakan
Bila aku memang rindu?
Kangen?
Sama sajalah

Kamis, 04 Januari 2018

RINDU

Berbicara apa saja sampai waktu segan menegur

Tertawa terbahak-bahak sampai rahang ogah melentur

Berpeluk begitu erat sampai pundak lebur membaur

Diam pelan-pelan sampai bising malu menjamur

Berkendara ber mil mil sampai bokong hampir berlumur

; Rindu

Ketika Itu

Ketika aku separuh berkhayal mengenai kau dan aku yang duduk bersama di depan matahari yang sedang malu-malunya menyisakan masa tua
Ketika itulah luka pun tumbuh sekeras-kerasnya berusaha mengikat kenyataan mengenai pahit yang sebenar-benarnya

Ketika itu
Ketika itu
...

Perjalanan tak melulu soal langkah
Perputaran tak melulu soal roda

...

Tapi apa-apa yang telah dipertahankan

Apa-apa yang telah ada

Ketika itu

Rumah Tangga?

Sesekali saya bertanya kepada diri saya sendiri, apakah orang yang melihat saya, ingin menjalani kehidupan seperti saya? Satu hal yang menj...