untuk beberapa saat aku termakan oleh dosaku, meninggalkanmu atau mungkin datang padamu.
keduanya sama dosa, hanya saja salah satunya membuat kau bernapas lebih biasa,
munafik katanya kalau ini semua demi kebaikan kita bersama, nyatanya kau sangat tidak dalam keadaan baik maupun diriku.
kau bilang jangan menjadikan risau sebagai puisi, agar tak ada yang benar benar mengenaliku, namun apa daya jemariku sama dosanya dengan diriku, ia sungguh lancang sampaikan rindu padamu dengan beberapa puisi.
ini bukan puisi, kubiarkan risau ku berbaris pada prosa-prosa, biar saja mereka tahu tentang diriku, asal kau pun mengetahuinya aku tak peduli!
sama dosanya keduanya sama dosanya,
Selasa, 30 Januari 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Rumah Tangga?
Sesekali saya bertanya kepada diri saya sendiri, apakah orang yang melihat saya, ingin menjalani kehidupan seperti saya? Satu hal yang menj...
-
Jatuh cinta kepadamu bukanlah sebuah puisi-puisi yang aku nikmati atau aku tuliskan. Jatuh cinta kepadamu, Adalah tangisan yang aku redam...
-
Kau hanya sebuah tulisan, Yang aku setarakan dengan awan-awan di langit. Ingin ku sentuh, Dapat ku sentuh, Kemudian basah, Namun di kel...
-
Kau mungkin seorang pelupa, Yang egoisnya sama saja seperti ingatan-ingatan yang terbang bersama embun dini hari Ia basah dingin dan kadan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar