Terimakasih telah menjadi arti dari rindu yang sempat tak menemukan temu..
Terimakasih telah menjadi arti dari hati yang melulu beku pada hati lainnya..
Terimakasih telah menjadi arti dari senyum dingin kepada senyum hangat lainnya
Terimakasih telah membawa kebali degub jantung yang hampir mati..
Terimakasih telah mengukir kembali senyum beku yang tak berpenghuni..
Terimakasih telah sumringah membawa nada indah dalam tidurku...
Terimakasih telah hangat dalam pelukan..
Terimakasih telah menjadi arti...
Jakarta, 6 Juni 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Rumah Tangga?
Sesekali saya bertanya kepada diri saya sendiri, apakah orang yang melihat saya, ingin menjalani kehidupan seperti saya? Satu hal yang menj...
-
Jatuh cinta kepadamu bukanlah sebuah puisi-puisi yang aku nikmati atau aku tuliskan. Jatuh cinta kepadamu, Adalah tangisan yang aku redam...
-
Kau hanya sebuah tulisan, Yang aku setarakan dengan awan-awan di langit. Ingin ku sentuh, Dapat ku sentuh, Kemudian basah, Namun di kel...
-
Kau mungkin seorang pelupa, Yang egoisnya sama saja seperti ingatan-ingatan yang terbang bersama embun dini hari Ia basah dingin dan kadan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar