Jumat, 29 September 2017

Dalam upaya menyelamatkan diri

Aku di mata mereka,

Mereka mengatakan aku pembawa suasana hidupnya senang
(Padahal aku hanya mati dan sepi)

Mereka mengatakan bahwa aku mudah jatuh cinta pada setiap pria
(Padahal cintaku hanya tumbuh sekali)

Mereka mengatakan bahwa aku baik baik saja tak pernah menderita
(Padahal aku sekarat setengah bernapas)

Mereka bilang, aku bijaksana semua mau bercerita keluh kesahnya
(Padahal aku hanya sok pura-pura saja)

Mereka bilang dan tertawa, katanya temanku banyak ada di mana mana
(Padahal aku selalu sendiri)

Kamis, 28 September 2017

Ba(h)ag(i)aimana

Bagaimana bisa seseorang merasa sangat kesepian di tengah ribuan teriak di pasar malam, dengan setangkai gulali merah dan balon hijau di genggamannya?

Bagaimana bisa ia sekarat di dalam dengan jutaan cinta kasih dari harapan-harapan orangtuanya?

Bagaimana bisa ia ingin saja mati namun tak terciprat dosa masa lalunya sambil meneteskan airmata ia memohon entah kepada Tuhan siapa?

Bagaimana bisa Tuhan biarkan dia dalam kehancuran sementara tawanya bisa jadi semangat untuk yang lainnya?

Bagaimana bisa ia menangis tersedu-sedu berharap kematian tidak menyakitinya dengan segala keraguannya dan detik kemudian ia tertawa terbahak bahak akan keluguannya?

Bagaimana bisa ia duduk bersamamu dengan segala cintanya, namun merasa kosong di sisi lainnya?

Minggu, 24 September 2017

Suguhan

Silakan dinikmati,

Dusta
Nista
Amarah
Durjana
Benci
Dendam
Murka
Bengis
Durjasa
Silau
Tamak
Kikir
Durja
Nestapa

; Jangan sungkan untuk datang lagi...

Sabtu, 23 September 2017

Pada setiap

Kamu, sebuah pagi yang aku bayangkan hangat setiap kelopak ini terbuka
Kamu, sebuah malam yang aku bayangkan damai setiap napas ini mulai mereda
Kamu, sebuah siang yang aku bayangkan teduh setiap kening ini berkeringat
Kamu, sebuah sore yang aku bayangkan tenang setiap bising ini di telinga.

Kamu, sebuah pada setiap....

Minggu, 03 September 2017

Sebagian Keyakinan

Yakinku Tuhan sengaja
Pertemukan kita
di waktu yang seimbang
Dan rasa yang searah

Sampai pejam matamupun
Bisa membuat napasku
Perlahan-lahan meletupkan kebahagiaan

Seperti kata mereka
Jatuh cinta itu hanya sebuah proses
Dan bersama menjadi keputusannya
Bisa saja kita kemudian habis terbakar
Atau memudar bersama

Yakinku kedua kalinya, bahwa aku tak ada segan menanti menatap wajahmu saat tua nanti dalam pejam malam dan pagi menjelang.

Aku mencintaimu, 

A

Aku jatuh dan tenggelam
Ke dalam bola matamu
Dan tersesat
pada alismu yang pekat

Mencintaimu kini
adalah sebaik baiknya jalan
Untuk menuju pulang
Kedamaian

Namamu adalah Awal dan kita adalah akhirnya.

Rumah Tangga?

Sesekali saya bertanya kepada diri saya sendiri, apakah orang yang melihat saya, ingin menjalani kehidupan seperti saya? Satu hal yang menj...