Bagaimana bisa seseorang merasa sangat kesepian di tengah ribuan teriak di pasar malam, dengan setangkai gulali merah dan balon hijau di genggamannya?
Bagaimana bisa ia sekarat di dalam dengan jutaan cinta kasih dari harapan-harapan orangtuanya?
Bagaimana bisa ia ingin saja mati namun tak terciprat dosa masa lalunya sambil meneteskan airmata ia memohon entah kepada Tuhan siapa?
Bagaimana bisa Tuhan biarkan dia dalam kehancuran sementara tawanya bisa jadi semangat untuk yang lainnya?
Bagaimana bisa ia menangis tersedu-sedu berharap kematian tidak menyakitinya dengan segala keraguannya dan detik kemudian ia tertawa terbahak bahak akan keluguannya?
Bagaimana bisa ia duduk bersamamu dengan segala cintanya, namun merasa kosong di sisi lainnya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar