Sabtu, 07 Oktober 2017

Biasanya

Seringkali Tuhan,
Kau libatkan aku pada doa yang berantakan,
Memang semuanya tak karuan,
Sedikit sesak atas keramaian ini,
Walau bisa saja aku kehilangan napas dalam ruang selanjutnya,

Melalui lidah-lidah mereka, Kau sering meludahiku dengan kata-kata "kau tak bisa sendirian" pada kenyataannya apa?

Bukan, bukan ini protes atau penolakan kebencian dendam atau apa,
Aku mencintaiMu layaknya Ibu dan Ayah pernah ajarkan (mungkin pernah mereka ajarkan)

Semua orang, setiap, bahkan satu per satu pernah merasakannya,
Memang aku tak benar-benar sendirian sesendiri ini
Aku sendirian?
Ah tidak!
Atau
Mungkin bisa saja,

MenebakMu katanya dosa,
Apapun Dosa lah...

Untuk kali ini saja...
Aku biarkan dosa itu,
Seberapa besar kau libatkan aku pada itu,
Apapun,
Semua kembali, pada ini yang terbaik yang Kau pilih...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rumah Tangga?

Sesekali saya bertanya kepada diri saya sendiri, apakah orang yang melihat saya, ingin menjalani kehidupan seperti saya? Satu hal yang menj...