Kamis, 19 Oktober 2017

Pertanyaan

Kau bertanya sesaat, adakah dirimu di dalam ruang itu, mereka biasa menyebutnya hati.

Tapi tunggu dulu sebentar, nyali mu kuat, kau turunkan ego untuk bertanya yang bukan-bukan.

Namun boleh kau ingat,
Aku tak bisa menyelamatkanmu ke dalam puisi-puisi ku, naif rasanya, ku biarkan kau tenggelam dan larut di dalamnya
Mungkin kali ini kau bisa saja mati dalam kata-kata yang mungkin telah diindahkan

Seperti ini,
Bila kau satu aku ialah dua, bila kau tiga aku ialah empat, mungkin semudah menderetkan kita,
Namun tak ada genap kemudiannya
Kau tahu, aku tahu itu.

Kemudian aku pura-pura saja lupa pernah sekian detik mencintaimu?
Mencintaimu?
Hhhh mencintaimu?
Apapun lah katamu, aku sudah jujur.
Atau kata lain, menempatkanmu di hatiku?

Halah! Kita ini remaja apa dewasa?
Digerayangi kata kata cinta,
Dijamah perlakuan perlakuan rindu,
Lalu apa?
Bias kan?

Namun harus kujelaskan,
Menjawab pertanyaanmu tak sama mudahnya ketika mencari alasan untuk habiskan waktu bersamamu,
Aku bisa saja berbohong,
Atau pura-pura saja lupa,

Walau kadang ingat, ini tak bisa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rumah Tangga?

Sesekali saya bertanya kepada diri saya sendiri, apakah orang yang melihat saya, ingin menjalani kehidupan seperti saya? Satu hal yang menj...