Senin, 31 Juli 2017

Bilangan

Kita, ialah dua deret angka, berdekatan namun tidak saling menemukan genap.

Kata yang diucapkan seorang gadis ketika dirinya tidak mampu menahan sabar sebentar saja

Maaf

Simfoni Hitam

Seketika cinta benar-benar berhenti ketika Simfoni hitam dari Sherinna terdengar ditelinga, seolah membenarkan kesakitan yang terjadi
Kemudian menyadarkan luka-luka yang selama ini diabaikan. Patah hati itu ajaib, dibuat tahu diri hatinya, direndahkan egonya, agar bisa melebur dengan tanah.

Bila saja sebuah lagu bisa membuatmu jatuh cinta, mengapa tidak dengan patah hati?

Selasa, 25 Juli 2017

Rasa

Kopi tak pernah hilang makna
Diasamkannya pahit-pahit gelora
Dipahitkannya asam-asam nestapa
Diasinkannya manis-manis suaka

Kamis, 20 Juli 2017

Sangkalan

Cinta tak butuh arah mata angin
Diterjangnya badai
Disebrangnya lautan
Hendak ke pulau
Ke hulu ia bermuara

Cinta tak butuh brosur brosur
Dibangunnya rumah
Dari asa-asa dan doa
Dari luka-luka yang tabah
Dari caci -dan-hina keluarga

Cinta tak butuh intan berlian
Ia butuh ikhlas dan rendah diri
Dicurinya hati Tuhan
Agar kedua tangan tak segan mengangkat
Mengangkat segala rasa-rasa
Dari kegagalan

Barisan Rinai Hujan di Ujung Jalan

Aku masih ingat ketika kita terjebak di antara hujan yang manis dan gerimis, pertemuan pertama yang hangatnya begitu terasa merusuk, tentang sepasang bola mata indah yang menatapku dalam dalam diam diam..
Kedua bola mata yang dengan sadis menusuk panah cinta tepat di pelantar hatiku, bola matamu..
Pertemuan yang hanyutkan aku dan kamu hingga menemukan kita.

Hai, Radit.. aku ingat dua tahun silam kau menyita pikiranku hingga terpaut padamu. Tawamu yang hangat dan berkharisma selalu saja berhasil mendegubkan kembali palung hati terdalam.
Aku selalu ingat perihal hujan yang kau anggap beda, kau bilang hujan adalah bentuk pujian Tuhan terhadap kita

“Kei, dengarkan suaranya.. seperti tepuk tangan yang riuh, bukan? Jangan kau anggap hujan seperti tangisan alam, namun sebagai pujian Tuhan atas keindahan yang terjadi.. kau harus belajar menganggap segala sesuatu indah, termasuk dirimu sendiri”

seketika lidahku kelu mendengar keindahanmu menganggap segala hal menjadi indah.

Dit, akupun ingat kau selalu meraih tanganku ketika hujan di bulan Juli mengajakku menari-nari tertawa di hadapan orang banyak .. kau bilang aku tak boleh takut sakit, justru hujan meluruhkan segala sakitku.

Dua tahun bersamamu yang begitu manis, aku hingga bingung bagaimana menghabiskan segelas tangis ini yang terasa begitu manis.

Banyak yang ku pelajari dari senyumanmu, tentang hujan yang indah, tentang rindu yang sebaiknya aku sebut bukan aku bungkam dalam kalut, tentang bagimana hidup dengan memandang segalanya begitu indah.

Aku tenggelam, dalam ceria dan gaya hidupmu, tentang segala luka yang kau seruput dengan nikmat, kau begitu membingungkan bagiku ; “mengapa malaikat seperti ini dapat aku temui, bahkan aku miliki” pertanyaan yang acap kali datang menyerbu pikiranku.

Aku tak pernah melihat luka dalam retina matamu, bahkan ketika sedihpun kau masih menggodaku dengan berjoget ala film India. Kau membawaku pada hujan dan lagu yang sering kita nyanyikan berdua, sepertinya hanya aku saja yang menyanyikan sebab kau sibuk memandangku dengan tatapan sesadisnya cinta paling dalam. Lalu, ketika kau ku tanya mengapa menatapku seperti itu terselip senyum manis di ujung bibir tipismu yang gemas rasanya ingin ku cumbu setiap waktu.

Kau selalu mengajakku berpergian tanpa bilang mau kemana kita sampai akhirnya semua itu selalu kejutan indah, ingatan tentang kau bawa aku pergi menonton film lama di bioskop yang sudah tua, kau bilang kenangan itu tak boleh dilupakan karena kita belajar dari segala kenangan, film yang selalu kita tonton berulang kali.

Yang ku ingat, bersamamu hanyalah bahagia, segala indahmu membawaku pada waktu paling indah. Ntah mengapa kau hanya sibuk membahagiakanku tanpa menunjukan sedikitpun lukamu, atau sakitmu.
Aku menyesal tak mengenalmu seperti kau mengenalku, aku selalu menerima kebahagiaan dan menemanimu tanpa memberi warna lebih di akhir akhir pesakitanmu.

Kau selalu memintaku agar tetap bahagia, bagaimana aku dapat bahagia? Ketika hanya kau yang dapat lakukan itu telah pergi tanpa pamit kepadaku?
Bagaimana aku dapat bahagia ketika kau yang melukis senyum kini pergi takkan kembali?
Bagaimana aku dapat bahagia ketika kau yang memelukku kini dingin dan hanya semu?
Bagaimana aku dapat bahagia ketika kau yang mengajakku kini tak pernah datang menjemput?

Pantas, kau tak pernah berjanji akan selalu menemaniku, sebab kau akan tahu bahwa kau takkan menemaniku lagi..

Kini aku hampir benci terhadap hujan, yang selalu ingatkan ku padamu, aku benci mengenyam tangis sendirian, dirimu takkan kembali..

Banyak penyesalanku, mengapa tak pernah memelukmu dengan erat, mengapa tak menjagamu dengan hangat, mengapa aku tak melihat penderitaanmu selama ini? Bertarung dengan sakit dan tetap membahagiakanku seutuhnya.

Terimakasih telah hadir bersama hujan, kini aku hanya mengenang hujan bersama ribuan tangis yang  jatuh di tanah, terimakasih telah berikan hangat dalam pelukmu, terimakasih telah mengajarkan hal indah dan membawaku serta pada hujan.

Radit, kini aku duduk sendirian di tempat yang tepat pertama kali kita berjumpa dua tahun silam, kini pun hujan dan banyak  tangis di dalamnya, aku menikmati segelas tangis ini dengan melihat senyummu yang berjatuhan tiap tetesnya pada tanah,  kini aku tak mengartikan lagi hujan sebagai  pujian Tuhan, namun sebagai dirimu yang bahagia di atas sana, aku yakin pada setiap tetes hujan yang jatuh di alamku adalah segala pesan rindumu kepadaku..

Radit, aku telah kuyub bersama hujan, rindu, dan kamu..  namun aku tetap hangat karena semua itu kita. Aku telah belajar, dit.. bagaimana melepas genggamanmu dan acap bersamamu dalam doa sepertiga malamku..

Radit, kini aku bersama rinai hujan, dan rupa dirimu di ingatan, pada ujung jalan dibulan Juli...
Aku mencintaimu...

Jakarta, 26 Juli 2014

Keira...

Alokasi dari blogg yang jarang dipakai

Vaniralatte.blogspot.com

Denganmu

Ada magis katanya, pada sebuah lagu bisa mengembalikan sebuah tangis menjadi gelak tawa sebuah pupus tumbuh ranting asa dan mesin waktu itu berputar ke arah yang sebaliknya.

Aku masih duduk di sini menangisi hari kemarin atau hari ini, kemudian nada-nada itu satu persatu menyerupai jemarimu, ia menjamah persentimeter tubuhku, halus jemarinya masih sehangat pelukmu yang aku coba biaskan pada getir-getir luka.

Sambil memejam aku menadakan bibirmu sebagai minor kemudian basah pada ingatanku, terlintas masih setiap alunannya akan jemarimu yang pengertiannya seolah menjadi sebuah getar denting gitar itu.

Sebab lagu ialah sebuah nada mesin waktu paling sederhana, ia kembalikannya sel-sel cinta yang angin sengaja lepaskan dari jaringan-jaringan tubuhmu.

"... denganmu terhapus semua penat duniaku, denganmu kau buka semua jalan pikiranku, kauharapanku"

Denganmu, jatuh cinta ialah mudah.

- tulisan ini membenarkan Cholil bahwa "gelombang kan mengisi seluruh ruang tubuhmu"
Gelombang itu selalu ada pada setiap saat lagu Brian KP - "Denganmu" terdengar.

Senin, 17 Juli 2017

Mengenai Apa

Bila kesempurnaan belum jelas
Maafkan ego yang terlintas
Mengenai tubuh yang jarang kupeluk
Mengenai buku buku yang merebah di bantalmu bukan kepalaku
Mengenai pagimu tanpa kecup hangat di cangkir yang kau seruput isinya
Mengenai handuk yang kau ambil sendiri
Mengenai makanan kantin bukan dari dapur rumahmu
Mengenai kerah yang tak rapih kau setrika sendiri
Mengenai dasi yang dikenakan cermin
Mengenai pakaian kotor yang kau lempar kemarin
Mengenai tubuhmu yang tak ku jamah pada gelap

Mencintaimu ialah seegois egoisnya umat
Dan aku hanya beberapa penggal kata pada setiap asap rokok pagimu...

Minggu, 16 Juli 2017

Ada Kala...

Ada kala..
Matahari tenggelam
Bulan memudar
Langit menggelap
Awan menghujan
Nyawa berhenti
Tangis meriak
Dinding meretak
Tegak membengkok
Kuat melemah
Pelangi memutih

Ada kala
Jatuh pun bangkit
Lari pun berhenti
Lelah pun kuat
Gelap pun terang
Luka pun terobati
Lingkar pun keluar
Genggam pun terlepas
Beban pun meringan
Hitam pun cerah
Bayi pun dewasa

Ada kala...

Endorfin

Ada yang menangis pada malamnya
Menangisi malamnya
Tangis menangisi pada malamnya
Menangis-nangisi malam-malamnya
Kemudian diam dan endorfin lepas perlahan
Lalu satu persatu patah
Sepatah-patahnya
Endorfin kehilangan akalnya
Sehilang-hiangnya
Dan malam menjadi tangisan paling menangis
Semenangis-menangisnya
Lalu mengering sebab udara
Sekering-keringnya basah

Mengeras sejadi-jadinya
Bahkan pada basah iapun mengeras
Dan Endorfin kehilangan tugasnya
Sebanyak-banyaknya
Endorfin tak perlu Endorsmen
Ia laku di pasaran sejadi-jadinya
Namun kini setelah menjadi tangis pada malamnya
Semenangis-menangisnya
Endorfin kehilangan nyawa
Pada setiap basah yang dilepaskan

;yang diemban sang tangan kiri

Bahkan kuku-kuku nya pun tak pernah serapih itu, dibiarkan hitam, panjang, terlupakan
Dengan apa yang menjadikannya begitu bijaksana
Kemudian ia teringat ketika sang tangan kanan mulai goyah memikul pilu ini sendirian
Ia hadir mengusap kepiluan agar lemas menurut pada keadaan
Acap kali ia bertemu anus namun terdiam atas dosa-dosa yang kau ucap dengan seribu bangga;bahagia
Dan ia terkesampingkan dalam memenuhi gizimupun ia tak berhak, dalam ingin membahagiakanmu dengan suci ia-tetap-tidak-berhak
Kalau saja ia dilahirkan seagung tangan kanan mungkin kau memujanya dengan seperti keadaan sekarang
Kalau saja ia tahu bahwa ia akan disadiskan seperti ini, ia lebih baik mati bersama plasenta atau tak keluar dari rahim ibu.
Ia lebih baik mati, namun ia tetap hidup bersama kebijaksanaannya mengemban tugasnya...

Rumah Tangga?

Sesekali saya bertanya kepada diri saya sendiri, apakah orang yang melihat saya, ingin menjalani kehidupan seperti saya? Satu hal yang menj...