Bahkan kuku-kuku nya pun tak pernah serapih itu, dibiarkan hitam, panjang, terlupakan
Dengan apa yang menjadikannya begitu bijaksana
Kemudian ia teringat ketika sang tangan kanan mulai goyah memikul pilu ini sendirian
Ia hadir mengusap kepiluan agar lemas menurut pada keadaan
Acap kali ia bertemu anus namun terdiam atas dosa-dosa yang kau ucap dengan seribu bangga;bahagia
Dan ia terkesampingkan dalam memenuhi gizimupun ia tak berhak, dalam ingin membahagiakanmu dengan suci ia-tetap-tidak-berhak
Kalau saja ia dilahirkan seagung tangan kanan mungkin kau memujanya dengan seperti keadaan sekarang
Kalau saja ia tahu bahwa ia akan disadiskan seperti ini, ia lebih baik mati bersama plasenta atau tak keluar dari rahim ibu.
Ia lebih baik mati, namun ia tetap hidup bersama kebijaksanaannya mengemban tugasnya...
Minggu, 16 Juli 2017
;yang diemban sang tangan kiri
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Rumah Tangga?
Sesekali saya bertanya kepada diri saya sendiri, apakah orang yang melihat saya, ingin menjalani kehidupan seperti saya? Satu hal yang menj...
-
Jatuh cinta kepadamu bukanlah sebuah puisi-puisi yang aku nikmati atau aku tuliskan. Jatuh cinta kepadamu, Adalah tangisan yang aku redam...
-
Kau hanya sebuah tulisan, Yang aku setarakan dengan awan-awan di langit. Ingin ku sentuh, Dapat ku sentuh, Kemudian basah, Namun di kel...
-
Kau mungkin seorang pelupa, Yang egoisnya sama saja seperti ingatan-ingatan yang terbang bersama embun dini hari Ia basah dingin dan kadan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar