Minggu, 16 Juli 2017

;yang diemban sang tangan kiri

Bahkan kuku-kuku nya pun tak pernah serapih itu, dibiarkan hitam, panjang, terlupakan
Dengan apa yang menjadikannya begitu bijaksana
Kemudian ia teringat ketika sang tangan kanan mulai goyah memikul pilu ini sendirian
Ia hadir mengusap kepiluan agar lemas menurut pada keadaan
Acap kali ia bertemu anus namun terdiam atas dosa-dosa yang kau ucap dengan seribu bangga;bahagia
Dan ia terkesampingkan dalam memenuhi gizimupun ia tak berhak, dalam ingin membahagiakanmu dengan suci ia-tetap-tidak-berhak
Kalau saja ia dilahirkan seagung tangan kanan mungkin kau memujanya dengan seperti keadaan sekarang
Kalau saja ia tahu bahwa ia akan disadiskan seperti ini, ia lebih baik mati bersama plasenta atau tak keluar dari rahim ibu.
Ia lebih baik mati, namun ia tetap hidup bersama kebijaksanaannya mengemban tugasnya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rumah Tangga?

Sesekali saya bertanya kepada diri saya sendiri, apakah orang yang melihat saya, ingin menjalani kehidupan seperti saya? Satu hal yang menj...