Minggu, 16 Juli 2017

Endorfin

Ada yang menangis pada malamnya
Menangisi malamnya
Tangis menangisi pada malamnya
Menangis-nangisi malam-malamnya
Kemudian diam dan endorfin lepas perlahan
Lalu satu persatu patah
Sepatah-patahnya
Endorfin kehilangan akalnya
Sehilang-hiangnya
Dan malam menjadi tangisan paling menangis
Semenangis-menangisnya
Lalu mengering sebab udara
Sekering-keringnya basah

Mengeras sejadi-jadinya
Bahkan pada basah iapun mengeras
Dan Endorfin kehilangan tugasnya
Sebanyak-banyaknya
Endorfin tak perlu Endorsmen
Ia laku di pasaran sejadi-jadinya
Namun kini setelah menjadi tangis pada malamnya
Semenangis-menangisnya
Endorfin kehilangan nyawa
Pada setiap basah yang dilepaskan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rumah Tangga?

Sesekali saya bertanya kepada diri saya sendiri, apakah orang yang melihat saya, ingin menjalani kehidupan seperti saya? Satu hal yang menj...