Jumat, 31 Mei 2013

iya, curhat

"pernahkah sedetik saja kau merindukanku?"

pertanyaan yg selalu saja terlintas dalam benakku... kerap kali aku beranjak dari mimpiku tentangmu, kerap kali aku berusaha namun sungguh ku akui tak semudah itu, tak semudah aku merindukanmu...

ya, memang rinduku selalu kupertanyakan, bukan karna tak ada balasmu, namun karna, aku tersadar pantaskah aku merindumu...

sering kali aku menertawakan airmataku yg bersimbah, tar terarah, tertawa untuk menahan kelemahan ini...

aku benar benar sangat merindukanmu...

kepura puraanku melupakanmu, diam, tak bersuara, semua gagal membuat mu merinduku, tentu. Aku sadar, siapa aku? aku hanyalah pena tanpa tinta, kosong. aku bukan dia

dia yg selalu menjadi tulisanmu, kamu menjadi tulisanku, dan aku menjadi hal yg tak pernah kau baca...

dia yg sangat kau artikan, ya memang siapalah aku?

tapi, apa salahku mencintaimu?
apa salahku merindumu?
apa salahku menangisimu?
apa salahku atas anugrah Tuhan ini?

aku pun lelah, lelah sekali aku pun ingin berhenti menyayangimu, merindumu, dan menangisimu, aku lelah :''

ini diluar kendali, akupun tak dapat mengaturnya, ini kuasaNya...

ajarkan hatiku cara membiasakanmu, tidak menspesialkanmu

ya, aku menyayangimu, kamu menyayanginya...

ya memang aku yang salah, terlalu berlarut dalam khayalan khayalan gila tentangmu, aku terlalu berharap

tapi bukan kah kamu yg membuat ku berharap? tak ingatkah kau?

lalu mengapa aku sendiri yg menanggungnya?
lalu bagaimana bisa ku melepas rindu, jika rinai rinai senyum mu menari nari disetapak gerak jejakmu kemarin?
mengusik keraguan, menjadikan keyakinan.
lalu bagaimana ku melukis luka, jika harapan tentang mu justru memberi gradasi ketenangan?

yang kurasa benar2 merindumu dalam peluk dan hangatnya tawamu...

kapan kita berjumpa? namun kurasa percuma, mungkin dalam perjumpaan kita, bayangannya lah yg hadir, bukan aku.

ya ini aku yang merindumu, mas

Senin, 27 Mei 2013

Perdebatan sore itu

"sista! apa yg dia bisa perbuat buat lo? dari sekian banyak cowo yg keren, tajir, ganteng, tapi justru lo mengharapkan dia yg gak ada apa apa nya? apa yg lo cari? "

"bitch please, cinta itu gak dinilai dari itu semua"

"shit guys! come on! your look so beautifull! kenapa lo kaya cewe yg lemah dan kolot banget si?"

"hahaha lo justru yg terlalu bodoh dalam menyikapi perihal perasaan, semua lo sama ratakan sama materi dan kelebihan"

"honey, lo mau hidup pake cinta? lo makan cinta? dia bisa apa bahagiain lo tanpa materi? haha shit guys!"

"sahabatku, kenyamanan bukan terletak pada itu semua, bahagia itu sederhana, gue bisa bahagia walau hanya duduk2, menikmati hari bersamanya, menghirup segarnya udara karunia Tuhan, bercanda ria, tertawa hal yang sederhana hingga senja, gue bisa bahagia dengan melihatnya tersenyum, gue bahagia akan peluk hangatnya, pundaknya yg selalu siap untuk gue basahi dengan keluh kesah gue, gue bahagia dengan caranya memperhatikan gue, walau sekedar mengusap keringat gue dengan pakaiannya, gue bahagia bersandar padanya, gue bahagia kita mendengarkan lagu bersama, gue bahagia bisa menjadi sumber tawanya, gue bahagia walau sekedar mendengar suaranya yg menyapa... kebahagiaan itu sederhana, cinta itu sederhana, dia dan gue sesederhana Tuhan mempertemukan kita... gue bakal terus menanti dia, yg belum pernah menoleh ke gue, belum loh, bukan tidak! gue yakin Tuhan punya caraNya sendiri buat mempersatukan kita, mencinta itu tanpa pamrih, yg dibutuhkan bukan sekedar balasan, tapi pemahaman, cinta itu mendewasakan kita, lihat aja, cinta kedua orang tua lo, hingga lo sebesar ini, tanpa cinta mungkin lo gak bakal bisa duduk disini bareng gue.. sahabatku, pergilah mencari cintalo, jangan samaratakan dengan materi dan perihal yg kasatmata, rasakan cintalo, maka lo bakal paham tentang apa yg gue rasa..,"

"iya, tapi sampai kapan lo mau nunggu?"

"gue gatau, kapan gue bakal berarti buat dia, tapi ketulusan gue buat dia bakal Tuhan jawab dgn keindahan, toh lg pula gue memilih pria yg punya kredibilitas juga, gue gak buta2 bgt ama cinta. hahaha"

Jumat, 24 Mei 2013

Rinduku, beginilah ia

"Rinduku kini telah cepat tumbuh, setiap harinya disirami airmata dan dipupuki kekhawatiran akan kehilangan dirimu"

ya, rinduku telah cukup dewasa, dia mampu datang dan berdiri sendiri diatas perasaan yang sungguh masih anak anak...

namun rinduku masih terlalu bodoh, dia selalu datang, padahal ia tau tak kan terbalas, dia datang setiap hari bersama airmata dan harapan, menanti balasan dalam kebodohan.

rinduku telah teramat kuat, dia dibentengi cinta, tulus , dan angan, sehingga rinduku kini telah mampu mengoyak hati, merajam jiwa hingga rapuh, dia berhasil menang menguasai tahta nya...

ya, rinduku tidak pamrih, dia sadar akan letaknya, merindu yg bukan selayaknya, rinduku lebih sabar dan berbesar hati...

rinduku kini telah menjelma menjadi udara, dia tak terlihat namun dapat dirasa, merasuki aku dan alam bawah sadarku...

rinduku sudah terlalu baik, dia mengalah pada rindumu, dia bersabar pada rindumu, dia menanti rindumu...

ya, rinduku dia sudah terlalu pemilih, dia hanya memilih rindumu, tak inginkan rindu yg lain...

ya, rinduku telah amat setia menanti diujung jalan dibawah awan hitam yang kian menutupinya...

ya, rinduku sudah terlalu bijak dalam menyikapi rindumu...

rinduku akan menjadikan rindumu rajanya, mempersatukan kita, rinduku akan diam-diam mengenang, tanpa menghempas asa.. rinduku tetap berusaha untuk rindumu

PS : hai, kamu rinduku ingin bertemu rindumu

Sabtu, 11 Mei 2013

Ibuku.. nyawaku

"kamu tuh harapan ibu ra, jangan melawan... tak ingatkah aku yang menopangmu.. menyuapimu.. menahan beratmu dalam 9bulan 10hari... dan aku yg bertengkar dengan nyawa hanya demi menghadirkan mu didunia....."

pesan ibu setiap kali aku telah jengah atas semua nasehatnyaa..
memang ibu adalah segalanya bagiku.. namun terkadang sifat kekanak-kanakanku masih ada ketika ibu selalu mengeluh kelakuanku...

memang tiada kata kasar terucap dalam lisanku .. tidak pernah dia tau ocehanku dalam hati... menyudutkan dan menyalahkan dia..

namun sesekali penyesalanku lahir.. saat aku melihatnya lelah raut wajahnya yang kian menunjukkan ketegaran.. dalam benakku "aku anak macam apa?"
berkeluh kesah atas kesalahan yang memang aku perbuat, menyalahkan ibu yang sebenarnya dia nyawaku..

sebagaimana layaknya nyawa.. apa aku tanpanya? hanya seonggok daging tak bergerak tak berguna...
namun hadirnya menghidupiku.. malaikat yang memberkatiku.. memberikan aku nafas..,

ibuku... aku melihat indahnya dia bila bersayap ya karna memang Tuhan ciptakan dia untukku tak bersayap...

ibuku... dia terjaga dalam gelapnya malam dalam keadaan duduk karna aku yang selalu rewel akan penyakitku..

ibuku... mengusap kepalaku dan menyelimutiku...

mungkin dia lelah akan kelakuanku, namun dia tak pernah lelah menghabiskan banyak waktu hanya untuk memberi wejangan wejangan untuk masa depanku...

ibuku yang keringatnya adalah darah dan nafasku...

masih terasa dalam ingatanku dengan logat sumatranya... nasehat nasehat yang dia berikan.. menjadi pegangan disaat lumpuh aku dalam berjalan.. sebagai tongkat penyanggah akan kerapuhanku

*pernah suatu malam disaat langgananku hadir.. penyakitku.. ibu duduk dengan kain putih dan diatas sajadah sambil mengangkat tangannya.. air matanya tak menetes karna habis terurai ... dia menangis dalam lafadz doanya hanya demi kesembuhanku..

dalam sakitku bukan hanya aku yg merasakan justru ia lebih pedih merasakan sesak nafasku...

ego ku... sesekali menyakiti malaikatku itu... padahal setetes air susunya pun belum sempat aku balas...

itu baru awal permulaan hidupku.. belum lagi ...

dia mengajariku bicara.. apakah pantas bicaraku dia yg mengajari namun sekarang aku pandai melawannya?

dia mengajariku berjalan.. apakah pantas sekarang justru aku yg berlari meninggalkannya...

dia mengajariku segalanya namun apa yg ku ajarkan padanya? hanya kesedihan dan airmata...

berapa kali aku memohon ampun padanya.. dan berapa kali aku mengulangi kesalahanku itu..

ibuku.. surga mengalir pada telapak kakinya..
menjadikan ia begitu berharga.. ibu dia belahan jiwaku, nyawaku, nafasku, segalanya...

ibuku yang berjuang sendirian melawan kerasnya dunia...
ibuku... yang selalu perduki akan perkembanganku dan kesehatanku.. begitu dia ku agungkan, namun sikapku tak menunjukkan keagungannya..,

ibuku jendela bagi gelapnya goa hitam yang aku tempati sekarang

ibu rara mencintaimu...

aku sadar bukan engkaulah yg harus memahamiku.. namun aku yg seharusnya memahamiku..

aku bukan anak-anak lagi karna hasil perjuanganmu bu.. guratan guratan kelelahan tergambar diwajahmu...

ibuku.. dia wanita paling cantik, makaikat tanpa sayap yang paling indah, tidak kah kau lihat gemerlap sinarnya dengan kerudung putih yang melingkari kepalanya... begitu ia terlihat olehku..

malaikat yang menyambut kepulanganku dan malaikat yg memberikan tangannya untuk ku cium.. hanya demi segenggam restu mu yang menyempurnakan aku..

"bu ampuni rara yah, rara selalu buat ibu marah ibu sedih, tapi perlu ibu ketahui  pemahamanku atas itu berbeda, engkau lah nyawaku... jangan menangis lagi bu.. air matamu adalah sayatan sayatan tajam dalam hatiku... memenjarakan kebodohanku bila menyakitimu.. bu.. begitu banyak darah dan airmata yg kau korbankan hingga tinggiku sekarang telah melebihimu... usapan kehangatanmu.. dekapan mu .. semua itu membentuk tulangku.. menjadikan kini aku mampu berlari, bukan meninggalkanmu namun mengejar mimpi untuk membahagiakanmu...

ibu.. terimakasih telah menjadi malaikat ku.. menjagaku... ibu.. merindumu setiap detik merindu senyumanmu yang menjadi tiang penyanggah hidupku"

peluk hangat
dari anandamu..

Biru

Biru....
mengawali dan mengakhiri hari..
membawa dingin dalam sejuk..
menemani aku kelabu dalam hitam...
Biru...
dimana mimpi harus diraih...
cakrawala pengumbar keindahan
mengarungi ombak kegelisahan.
Biru....
letak segala permulaan...
membawa akhir pada titik terang...
sumber penghidupan...
Biru...
engkau indah.. engkau damai...
temani aku dalam guratan senja..
menguasai alam semesta...
Biru...
terang dalam kegelapan...
membawa cahaya penghidupan..
menemani jingga dalam usia..

biru itu indah, biru itu laut, langit.. biru itu tenang, biru tiada kemuraman, biru sumber kehidupan..

biru itu aku biru itu kamu..

Kamis, 09 Mei 2013

Draff... dibuang sayang

hai ji ini gue tiara gue gatau mau mulai darimana....
gue gak bisa ngomong langsung ke elo... yaudah gue ungkapin aja yah lewat sini ..
langsung aja yah ke intinya....

gue juga gak tau awalnya kenapa gue bisa selalu mikirin lo... gue gatau kenapa persaan gue jadi aneh gini... setelah dalam proses move on gue justru gue nemuin seseorang yang bisa buat gue nyaman.. ya itu elo!

berawal dari senyum dan sebuah canda tawa.. gaya lo becanda ji buat gue ketawa ketawa yang bener2 seru... setiap kata yang terucap dari lo mau itu lisan atau tulisan itu selalu indah bagi gue...
gue belom banget mengenal lo.. tapi gue juga gatau ji kenapa setiap hal yang berhubungan tentang lo gue selalu bahagia dan nyaman... singkat banget si emang kalo dibilang ini cinta.. tapi kenapa yah gue selalu ngerasain sesek nafas kalo lo ada komunikasi sama orang.. atau karna lo cuekin gue...

lo tuh gak bisa ditebak !!! lo bisa seharian gak ngehubungin gue..  tapi tau tau lo kasih gue kejutan kejutan lo yang buat gue meleleh banget... 

lo yang cuek tapi perhatian...

lo gak tau kan setiap hari  gueselalu mikirin elo, lo gak tau kan diem diem gue memperhatikan lo.. gue tatap gambar wajah lo yang tersenyum renyah sama gue... ji  masa gue harus galauin lo siiihhhhh... padahal gue lagi bener bener menikmati masa kesendirian gue ini... tanpa galau.. dan lo tetiba ajadateng dalam hidup gue... buat hidup gue lebih seru.. lebih manis.. dan lebih tertantang apalagi galau .. 

gue gak ngeliat fisik, tahta, atau harta lo... gue ngerasa kenyaman yang gue kangenin selama ini...
kenapa sih jiii gue kenapa???? lo tau gak lo tuh spesialnya melebihi martabak yang telornya empat..

gue tau gue bukan siapa siapa dimata lo.. bahkan setitik pun enggak.. gue tau banget loh...
gue tau kebaikan lo hanya sebagai teman  gue tau perhatian lo hanya sebatas teman 

TAPI TAU GAK GUE ANGGEP LEBIH SEMUA ITU..

ji punya beberapa aksara buat loo..

                              apa yang aku rasa untukmu bukan yang sering aku rasa.. ini bukan senja yang indah jingga dan kelabu.. ini bukan senja yang hanya hadir sesaat.. ini bukan senja yang dibanggakan.. perasaanku tanpa jeda.. tanpa guratan, dan.. seberusaha apapun kau menafikanku hingga tak berdaya aku akan selalu dibelakangmu.. ini bukan tentang kebersamaan.. namun initentang bagaimana aku mengagumi mu.. tetaplah menjadi seperti ini.. hingga fajar tak mampu lagi mengawali...


                                  Terima kasih "JI" 
  

Rabu, 08 Mei 2013

Hai kamu.. ji! ini untukmu

hai... kamu..
senyum mu.. tak sadar kah kau itu sangat indaah..
ada apa dengan hati ini menjerit dan meraung akan senyum mu..?

hai kamu! aku jatuh cinta padamu

tak tampan kau miliki... mengajariku bahwa cinta hadir dalam keindahan sikap....

sifatmu.. sulit untuk ku tebak, ya bagaimana kau padaku...
haruskah aku menggantung harapan padamu?

hai kamu! bagaimana caramu mensihir fikiranku yang selalu tertuju padamu

apa yang kamu punya? bahkan kamu biasa aja... walau kamu biasa aja kamu buat aku suka bernafas dengan cepat dan senyum senyum kecil saat mengingat wajah kamu...

wajahmu yang sederhana.. penuh keramahan, kehangatan dan kemanisan..

kamu yg misterius, cuek dan sesekali acuhkan aku justru membuatku jadi tambah ingin bersamamu...

semakin kamu menjauh dari aku, itu justru membuat kita semakin terikat ...

kamu menyemangatiku, menasehatiku, memarahiku, memperbaiki kesalahanku, dan menyempurnakanku...

walau terkadang aku lah yang menantimu...

hai kamu ji tanpa kita harus bersama cintaku takkan usang, walau kadang ombak menerpa cintaku takkan rapuh..

hai ji tetaplah seperti ini...
tak apa kau tak lihat aku, penantian ini tiada jeda.. cinta tak harus dimiliki , kau tak harus jadi milik ku...

tapi percayalah ji, sang fajar akan terus hadir dalam setiap pagi, walau dia selalu diacuhkan.. sang senja akan terus indah walau dia hanya guratan jingga.. dan percayalah ji.. fajar dan senja akan selalu sama walau ia tidak bersama

                                   

Selasa, 07 Mei 2013

kenangan

kenangan...
pantaskah ini disebut kenangan tentang kemanisanmu menjamahi fikiran dan qalbu ku.. memfatamorganakan harapan hingga terbendung menjadi titik titik kepedihan..
pantaskah ini disebut kenangan atas keluguanku terbodohi oleh hati...
pantaskah ini disebut kenangan karna setiap aku mengingatnya nafasku sungguh berpacu dalam sesak..
     
hujan itu memecah genangan kesendirian, menyelimuti dengan harapan, hujan itu kini menjadi petir.. hujan itu telah dingin.. tiada hangat tiada kasih....

kenangan yang memanipulasi akan aku, merasuki jalan terang dalam penjiwaanku.. merubahku.. menjadi takut..

takut untuk membentuk kembali kenangan baru, takut kenangan itu seperti duri bukan pada mawar melainkan kaktus dan bisa ular yang mematikan..

apa salah bila ada yang mencintaiku?
mengapa hati ku juga menangis?
apa salah bila aku ingin membuat kenangan baru?
mengapa hatiku juga menangis?
kenangan... datanglah bukan yang lalu... namun kenangan.. rakitlah, isi kembali.. penuhi lagi posisimu.. berikan kebenaran

bahwa kenangan itu indah, tidak melukai, tidak menyakiti...
kenangan itu manis, tersenyumlah dan buatlah kenangan baru.. dan kenangan.. terimakasih telah mengajariku akan... kenangan

terlihat Baik atau terlihat Benar?

beberapa orang menganggap terlihat baik itu menjadi sesuatu hal yang paling benar..

ada yang beranggapan terlihat benar itu hal yang paling baik

bingung bukan? ini tentang bagaimana kita dapat terlihat oleh orang, dimana diri merasa paling baik, namun sesungguhnya belum tentu dia benar, dan merasa paling benar padahal belum tentu itu baik...

     lalu harus bagaimana? baik atau    benar?

jangan terlalu terburu-buru dalam membahas hal yang sesungguhnya tidak kasat mata ini

jangan pernah ingin terlihat baik, karena itu tidak dibenarkan.. jadilah baik dan lakukan! bukan karna ingin terlihat namun juga bukan karna ingin dibenarkan.. jadilah baik dengan benar bukan terlihat baik atau terlihat benar
        
       sekarang aku paham, lakukan yang terbaik tanpa ingin terlihat benar..

ya seperti itulah.. karena baik dan benar.. keduanya tidak dapat dipisahkan seperti menyatu.. baik dan benar hanya dua kata yang menyelaraskan hidup.. tanpanya apalah kita?

LDR

Long Distance Relationship iya, seperti itulah hubungan ini dikenal.. tentang terpenjaranya rindu dalam dua ruang yang membeku.. jarak dan waktu

tentang sebuah penantian yang ada akhir atau entah sampai kapan..
tentang sebuah kesetiaan yang ditangguhkan..

namun sampai kapan?

akan kah jiwa ini akan selalu menunggu dan setia..? bila ada cinta disana dan kau nyaman bersamanya haruskah hanya aku yang bertahan?

ketika mata, hati dan ragaku terkunci dalam "jadwal hadirmu" yang belum jelas juga kapan terpenuhi lalu haruskah hanya aku yang bertahan?

ketika mereka yang bergunjing tentang hubungan ini lalu haruskah hanya aku yang bertahan?

tidak! pulanglah... jangan menjadi harapan dalam kerapuhanku...
jangan menjadi penyesak nafasku...
pulanglah dalam keadaan kau mencintaiku... kapanpun kau akan pulang hati ini masih kepunyaanmu

Rumah Tangga?

Sesekali saya bertanya kepada diri saya sendiri, apakah orang yang melihat saya, ingin menjalani kehidupan seperti saya? Satu hal yang menj...