hai... kamu..
senyum mu.. tak sadar kah kau itu sangat indaah..
ada apa dengan hati ini menjerit dan meraung akan senyum mu..?
hai kamu! aku jatuh cinta padamu
tak tampan kau miliki... mengajariku bahwa cinta hadir dalam keindahan sikap....
sifatmu.. sulit untuk ku tebak, ya bagaimana kau padaku...
haruskah aku menggantung harapan padamu?
hai kamu! bagaimana caramu mensihir fikiranku yang selalu tertuju padamu
apa yang kamu punya? bahkan kamu biasa aja... walau kamu biasa aja kamu buat aku suka bernafas dengan cepat dan senyum senyum kecil saat mengingat wajah kamu...
wajahmu yang sederhana.. penuh keramahan, kehangatan dan kemanisan..
kamu yg misterius, cuek dan sesekali acuhkan aku justru membuatku jadi tambah ingin bersamamu...
semakin kamu menjauh dari aku, itu justru membuat kita semakin terikat ...
kamu menyemangatiku, menasehatiku, memarahiku, memperbaiki kesalahanku, dan menyempurnakanku...
walau terkadang aku lah yang menantimu...
hai kamu ji tanpa kita harus bersama cintaku takkan usang, walau kadang ombak menerpa cintaku takkan rapuh..
hai ji tetaplah seperti ini...
tak apa kau tak lihat aku, penantian ini tiada jeda.. cinta tak harus dimiliki , kau tak harus jadi milik ku...
tapi percayalah ji, sang fajar akan terus hadir dalam setiap pagi, walau dia selalu diacuhkan.. sang senja akan terus indah walau dia hanya guratan jingga.. dan percayalah ji.. fajar dan senja akan selalu sama walau ia tidak bersama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar