Jumat, 24 Mei 2013

Rinduku, beginilah ia

"Rinduku kini telah cepat tumbuh, setiap harinya disirami airmata dan dipupuki kekhawatiran akan kehilangan dirimu"

ya, rinduku telah cukup dewasa, dia mampu datang dan berdiri sendiri diatas perasaan yang sungguh masih anak anak...

namun rinduku masih terlalu bodoh, dia selalu datang, padahal ia tau tak kan terbalas, dia datang setiap hari bersama airmata dan harapan, menanti balasan dalam kebodohan.

rinduku telah teramat kuat, dia dibentengi cinta, tulus , dan angan, sehingga rinduku kini telah mampu mengoyak hati, merajam jiwa hingga rapuh, dia berhasil menang menguasai tahta nya...

ya, rinduku tidak pamrih, dia sadar akan letaknya, merindu yg bukan selayaknya, rinduku lebih sabar dan berbesar hati...

rinduku kini telah menjelma menjadi udara, dia tak terlihat namun dapat dirasa, merasuki aku dan alam bawah sadarku...

rinduku sudah terlalu baik, dia mengalah pada rindumu, dia bersabar pada rindumu, dia menanti rindumu...

ya, rinduku dia sudah terlalu pemilih, dia hanya memilih rindumu, tak inginkan rindu yg lain...

ya, rinduku telah amat setia menanti diujung jalan dibawah awan hitam yang kian menutupinya...

ya, rinduku sudah terlalu bijak dalam menyikapi rindumu...

rinduku akan menjadikan rindumu rajanya, mempersatukan kita, rinduku akan diam-diam mengenang, tanpa menghempas asa.. rinduku tetap berusaha untuk rindumu

PS : hai, kamu rinduku ingin bertemu rindumu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rumah Tangga?

Sesekali saya bertanya kepada diri saya sendiri, apakah orang yang melihat saya, ingin menjalani kehidupan seperti saya? Satu hal yang menj...