Ku tekankan lebih dalam lagi,
Bahwa dinding itu lebih dingin dari keramik,
Mungkin beberapa derajat bedanya kali ini.
Ntah apa yang menyebabkannya begitu beku padahal ia hanya tersentuh oleh bahuku,
Memang, malam ini lebih sunyi dari kemarin, hanya beberapa kali ku dengar suara air jatuh pada langit-langit kamarku, namun tak apa, tebalnya menyerap lebih cepat.
Sambil melekukkan kaki aku menatap nanar asap obat nyamuk yang berterbangan di atas kepalaku,
Tak melakukan apa apa,
Pantas saja
Dinding itu lebih dingin malam ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar