2 bulan.. 20 hari.. 6 jam... 20 menit..
sudah berlalu, namun kenanganmu masih menggema dalam desakan nafas ini.. masih dirimu yang kusebut..
bukan
karna mencintaimu, namun karna peluru rindu masih jelas tertanam pada
bilik bilik jantungku, mendegupkan rangkaian kenangan kita... duluu...
teringat
jelas dalam serpihan itu, kenangan kita, saat janji bermakna dalam...
saat jarak yang menyatukan kita... tentang sore itu taman hijau, kapal
layar yang kita layari.. sebenarnya itu hanya hiasan, namun betapa
serunya dua remaja ini bereksperimen pada imajinasi...
berlayar
kita jauh, lucunya aku ingat penjaga kapal itu tertawa kecil saat kita
bercanda ala film film negri barat itu, aku juga ingat saat kita telah
lelah bergurau, kemudian menepi lah kapal layar itu, aku layaknya putri
raja kau menyambutku dibawah, menggandengku... semua indah..
masih teringat juga, saat aku merengek minta kau gendong, dan kau menurutinya, dan kenangan itu hanya kebahagiaan...
pertemuan kita yg terbatas oleh jarak dan waktu, justru menguatkan kita...
aku rindu.. peluru ini masih menancap, peluru rinduku...
aku
juga masih ingat tentang lagu yang selalu kita nyanyikan, bertajuk
jarak dan kesetiaan, kita mulai menyanyikannya setelah hari dimana tiket
bioskop yg kau hilangkan, dan dimana aku menghabiskan makananku demi
kamu di warung makan pinggir jalan itu..
kebahagiaan yang sederhana, terhambat oleh jarak dan waktu..
namun....
dari semua ingatan itu aku ingat 80 hari yang lalu, saat kau memutuskan mengakhiri hubungan ini...
jarak yang membatasi kita ternyata tak cukup membuat mu setia, iya dia pihak ketiga yang kini menjadi pilihanmu....
kini
tiada penyesalan dan airmataku lagi, ya! kenanganmu akan terus ada,
namun hanya sebagai pembelajaranku, tentang bagaimana kesetiaan
ditangguhkan...
aku menulismu bukan karna hal ingin kau kembali, aku hanya terserang peluru rindu yang seperti malaria ini..
peluru rindu akan kenangan..
itu saja.. jaga dia seperti kau menjagaku dulu, karna itu sangat indah ;)