Rabu, 17 Juli 2013

Rindu ditepian malam

langit begitu cepat mengelabu.. ketempat dimana malam hadir tanpa ragu..
dan sosok wajahmu lah yang masih diam terpaku pada sela sela nafasku...
entah mengapa malam ini begitu membeku.. rindu akan hangatnya pelukmu..
pelukan terakhir sejak pertemuan kedua itu...

pertemuan dimana kita benar benar layaknya tamu.. malu-malu diam terbelenggu..
terbelenggu asmara yang kian membara... menggempita rongga jiwa..
diam diam aku menaruh harapan dalam senyum yang terselip manja dibibirku...

malam kini begitu kejam.. membiakkan rindu hingga sedewasa itu..
ingin kembali rasanya berpulang.. pada hangatnya bahumu yang mendekapku tanpa ragu..
memelukku dalam sendu...

aku ingin bertetap di hatimu, bersantai pada kerinduanmu.. dan tetap menggenggam hangatnya jemarimu..

 malam kini hadirkan rindu.. waktunya semakin melamun.... seolah memperlambat waktu bertemu..
aku diam disini menanti waktu..hingga mampu menghantarku jalan pulang menuju hatimu..


ah, setiap malamku selalu seperti ini.. memenjaraku pada rindu.. rindu yang menghadirkan kegusaranku..

mas.... aku mau duduk kembali berdua bersamamu untuk sekedar menghabiskan senja.. menjadikan ia cerita indah untuk waktu senjaku nanti..

mas.. aku mau bersandar pada bahumu untuk sekedar lepaskan lelah beban masa silamku..

mas... mari kita rakit rumah kita sendiri.. dimana masa depan telah tak sabar menanti..
aku mencintaimu... merindumu... ditepian malam yang terus mengelabu...

dari aku wanitamu, penjaga rumah hatimu...


( balasan puisi untuk kamu yang tercinta, http://www.khoyandloser.blogspot.com/2013/07/rumah-kita.html )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rumah Tangga?

Sesekali saya bertanya kepada diri saya sendiri, apakah orang yang melihat saya, ingin menjalani kehidupan seperti saya? Satu hal yang menj...