Hujan kali ini.. tak lagi merintik
ia terurai bersama kenangan yang telah rapuh..
kenangan masa silam yang jauh membeku didalamnya
Hujan kali ini tak terlalu pelan pelan datang
diam diam melukai.. memberi bekas yang tajam
dan siap pergi menjauhi..
Hujan kali ini siap menghapus..
luka lama yang berlarut sembuh sebelum terbalut..
luka yang hentakkan jantung dimalam perindu..
Hujan kali ini membawa namamu..
nama yang ku tunggu hapuskan lukaku..
penunggu baru singasana hatiku..
Hujan kali ini tak begitu dingin..
dia terjatuh dengan gemulai tepat dalam hatiku
menusuk hebat mengukir namamu...
Hujan kali ini bawakanku secarik kertas baru
siap untuk kulukis dengan tinta biru..
warna kesukaan mu..
Hujan kali ini tersenyum malu..
warnanya merah delima.. tak lagi kelabu seperti dulu...
membawa aroma ceria dalam setiap tetesannya..
Hujan kali ini adalah kamu.. siap untuk ku rajut dengan benang biru..
Hujan kali ini adalah kamu.. tersenyum ditepian senja yang hampir kelabu..
Hujan kali in adalah kamu.. penjaga hati baru.. rindu yang baru..
Hujan kali ini adalah kamu.. menyejukanku dalam kedamaian...
*senyum dan peluk manja dariku.. mas, Hujanku.. yang memberi warna biru... ( http://khoyandloser.blogspot.com/ )
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Rumah Tangga?
Sesekali saya bertanya kepada diri saya sendiri, apakah orang yang melihat saya, ingin menjalani kehidupan seperti saya? Satu hal yang menj...
-
Jatuh cinta kepadamu bukanlah sebuah puisi-puisi yang aku nikmati atau aku tuliskan. Jatuh cinta kepadamu, Adalah tangisan yang aku redam...
-
Kau hanya sebuah tulisan, Yang aku setarakan dengan awan-awan di langit. Ingin ku sentuh, Dapat ku sentuh, Kemudian basah, Namun di kel...
-
Kau mungkin seorang pelupa, Yang egoisnya sama saja seperti ingatan-ingatan yang terbang bersama embun dini hari Ia basah dingin dan kadan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar