Mas, cepat-cepat aku habiskan
Waktu kita sedikit lagi
Jika santapan ini habis, kita berhasil!
Berhasil menang dari waktu yang kian berlarut cepat sekali
Bukannya begitu manis?
Semanis senyummu sore ini
Ranum layaknya ubi yang kita santap tadi
Lembut suaramu, kalah pisang didalamnya
aku ingin cepat habiskan.,
Jangan mau kalah, oleh waktu yang sengaja berjalan cepat, ya setidaknya hanya disaat kita bersama
Waktu seakan ingin menertawakan
Sekongkol pada jarak
Jika saja aku dapat berteriak
Sekedar untuk hentakan waktu
Agar tak terburu-buru berlalu
Seperti kecup bibirmu yang mendarat di keningku
Padahal kolak ubi ini masih segar
Layaknya rindu yang memuncah, mendidih, panas
Panas melebihi asmara kita
Kita saat bersama saling mendekap
Mendekap dengan lengan yang hangat
Katamu selalu mataku yang coklat
Padahal matamu selalu lebih memikat
Disana aku dapat tenggelam
Manis rasanya kujilati jemariku satu persatu
Satu-satu aku aminkan doa kita
Kita yang menginginkan bersama
Sampai rambut memutih
Memutih karena usia
Usia yang sudah membuat kita bisa duduk santai di teras
Mas, tepat sekali kau berikan semangkuk untukku
Menggambarkan kita yang hangat, beragam, manis dan siap untuk dihidangkan.
siap untuk bersama dengan segala perbedaan..
siap tetap mencinta walau sudah beku oleh rindu
siap melengkapi agar tercipta rasa yang luar biasa
mas... akan kuhabiskan semangkuk kolak ini, layaknya kisah kita.. akan sampai habis, saat nafas kita telah habis, tiada jeda..
kepadamu sang penyuguh kebahagiaan http://www.khoyandloser.blogspot.com/2013/07/sajian-pertemuan.html?m=1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar