Selasa, 16 Juli 2013

Mas,

selamat malam pangeran berparas sendu, penunggang rindu...

Mas, sejak aku yang memutuskan untuk jatuh cinta padamu.... lekukan senyummu selalu tergambar..
rona wajah ceriamu membekas erat menggengam keraguan agar tak hadir setiap malamnya..

Mas, biarakan pena tak bertinta ini terus menggores melafadzkan namamu pada setiap ayunannya, terbungkus rapih pada setiap doa sepertiga malamku..

Mas, sejak jatuh cinta itu ada.. tiada henti jantungku menyeru segala tentangmu..
melantunkan setiap gerak gerik tingkah lakumu..

Mas, setiap malamku layaknya panggung teater.. disana selalu diputar segala cerita kebersamaan kita..
canda, tawamu, keluguan dan kehangatan mu.. selalu kamu aktor utamanya..

Mas, biarkan sekelumit tentangku menjadi rindumu.. menjadi bagian yang mengalir pada alunan darahmu..
menjadi tetesan embun pada segala dahagamu..

Mas, izinkan aku berteduh pada hatimu.. dari dinginnya hujan diluar sana, untuk sekedar menyeruput hangatnya secangkir senyum mu..

Mas, apa salahnya aku menjadi bagian dari mimpi mu.. selimut dalam badaimu.. dan salju diteriknya panas hari harimu...

Mas, perkenankanku mengusap gundahmu.. bahagiakanmu hingga nafas terputus dari nadinya..

Mas, masih adakah rongga pada bilik hatimu untukku?
Mas, biarkan kutempati tahta singasana cintamu..
Mas, jadikan aku rumah terakhirmu, tempatmu bertumpu dan bidadari surga mu...


dari aku, yang merindumu tanpa jeda... mencintaimu tanpa jeda...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rumah Tangga?

Sesekali saya bertanya kepada diri saya sendiri, apakah orang yang melihat saya, ingin menjalani kehidupan seperti saya? Satu hal yang menj...