Senin, 22 Juli 2013

Kolak Ribuan Kilometer

langkah kaki mulai tersendat
dengan rindu dia bersegama
melawan jarak dan waktu yah seolah...
tertawa lantang menikmati kegusaran kita...

namun, masih kuat ku mampu berdiri
pada lingkaran senyum meronamu..
diam diam membisiku untuk tetap bertahan pada rintangan...

betapa indah semesta, suguhkan aku kolak semanis ini...
terdapat, senyum, peluk dan kecupmu didalamnya..

kolak yang ajari aku betapa indahnya bersabar, menunggu waktunya berbuka..
buka, segala rindu yang terpendam diam diam rapat...

aku tau betapa dalam nya rasa cintamu
begitu juga aku, mencintaimu begitu dalam dan senantiasa menunggu jadwal hadirmu..

baiklah,akan kuhangatkan kolak ini terus menerus, agar siap kita santap untuk waktu nanti, ya nanti disaat raga kita tak lagi meronta rindu, hanya dapat labuhkan peluk ...

ps : Mas, cepat pulang, aku mencintaimu...

Selasa, 23 Juli 2013

(kubalas puisimu lalu, http://www.khoyandloser.blogspot.com/2013/07/terimakasih.html?m=1 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rumah Tangga?

Sesekali saya bertanya kepada diri saya sendiri, apakah orang yang melihat saya, ingin menjalani kehidupan seperti saya? Satu hal yang menj...