Sabtu, 14 Desember 2013

DESEMI

Desemi...
Begitu Tuhan ciptakan engkau layaknya Bidadari. bukan! Bukan bidadari yg jatuh dari surga, melainkan semesta melahirkan mu denga segala sujud syukur..

Desemi...
Ah.. Jangan tersenyum didalam wajah malaikat itu, kau lupa sudah berapa banyak yg telah kau buat jatuh hati?

Desemi...
Aku iri padamu! Iri! Dengki! Bukan karna kau memang lebih cantik dariku, namun Tuhan ciptakan kau dengan hati berlapis baja, sehingga kau sekuat itu..

Desemi...
Aku kerap kali heran, darimana kau dapatkan suara suara surga, ya. Suara itu terdengar dari tawa mu

Desemi...
Apa yang kau cari? Apa yang kau ingin? Sehingga rela menumpahkan darah satu ember kiranya dan berjuang nyawa demi, haha! Demi anak yg kerap membuatmu menangis?!!

Desemi...
kau tau? Luka, pada hatiku melihatmu sendirian mencari uang, padahal kau seharusnya sudah menikmati hasilnya..

Desemi...
Aku benci ketika aku durhaka! Aku ingin mati saat itu, melihat air yg menghujani matamu, beri aku sebuah batu nisan untuk ku pukul saja kepala ini..

Desemi...
Aku tau jutaan mimpi indahmu yang telah terukir jelas dari raut-raut keriputnya tulang pipi mu..

Desemi...
Sudahlah! Kau selalu nampak muda dan cantik, tanpa riasan2 itu..!

Desemi...
Kerap kita berjumpa, berpelukan, berciuman, namun kita tak lupa berpura2 bahagia hanya demi menguatkan, aku tau diam diam kau berkata "aku baik-baik saja" padahal TIDAK!

Desemi...
Terimakasih.. Maaf, dan aku mencintaimu..

Jakarta, 14 Desember 2014
-anakmu, yg belum sempat membahagiakanmu

Selasa, 26 November 2013

tanda tanya

ada rindu yang siap dikemas..
dibalut perkara hati merah merona..
ada debar temu tanpa tamu..
tersuguhkan darah tetesan mata..

ada harap dalam juang sungguh..
terbentur keadaan merancu..
ada jingga dalam senyum..
menetas harap jadi nyata..

kapan Tuhan akan menyatukan? perkara hati, bukan tempat bermain.. perkara hati hanya seonggok daging, yg dapat membunuh dalam sadis..

Bekasi, 26 November 2013

Selasa, 29 Oktober 2013

Taman Terpejam

Keadaan tidak selalu berjalan lurus dengan hati..
kebahagiaan renggang tersekat sesak yang bergulir...
lelah pun siap menusuk ramah disetiap gundah...
terlepas dari erat ku tersenggal dalam lelap, dimana ku temukan taman lebih indah dari kenyataan..
"bisa sebentar kita menginap disini?"
tanyaku pada penjaga taman yang rupawan itu..
untuk sekadar hantarkan raga pada batu yang begitu empuk..
untuk sekadar lemaskan pundak yang telah meninggi kaku..

Taman indah, pelarian kenyataan.. sosok abadi kelelahan realita..
tahan aku tuan, agar lebih lama singgah.. sebelum kokok ayam pukul empat siap mengejutkan

-Tiara & Mr. D-
Rabu, 30 Oktober 2013

Jumat, 20 September 2013

Z&B

Tak harus seperti saut situmorang kepada kekasihnya yang membabibuta
Tak harus seperti juliet yang menenggak racun demi mengabadikan cintanya
Atau sesederhana hujan kepada awan yang tak sempat memberi isyarat
Melainkan merebahkan kepala di paha gadisnya di depan pinggiran toko dengan sebotol jamu dan sebatang marlboro ice blast, demi menertawai restu orangtua yang belum Tuhan ACC
Mungkin pula memeluk dinginnya malam serta beberapa penggal cerita yang mereka lupa abadikan karena memabukan malam ini hanya bertatap wajah dengan uang receh di kantong dan kartu kredit di dompet
Mungkin saja bisa bersama-sama tertawa menampar satu sama lain karena tak bisa lagi membeli minuman untuk malam ini dan ajaibnya masih saja sangat benar-benar mabuk padahal hanya wajah kekasihnya yang dicumbu.
Membabi buta dengan sederhana merumitkan sederhana yang membabibuta
Bercumbu di depan teman teman seringkali mereka menghina tapi dunia dimiliki saat ini mengenai cinta yang benar benar tumbuh pada sebait bait tubuhnya.

Bisakah kita bercinta seperti itu?

Rabu, 07 Agustus 2013

Percayalah...

aku dan kamu.... semakin hari kita semakin dingin, sulit mengenali hati satu sama lain...

aku dan kamu.... kerap tersungkur pada retakan retakan yang hampir menjurangi kita...

aku dan kamu.... semakin membutuhkan pelukan pada rindu yang kian menghujam pergelangan dada...

aku dan kamu.... berlarut pada peluru tajam yang kerap menikam, pembunuh paling bengis, kecemburuan....

Namun....

percayalah... aku akan tetap menggenggam jemarimu, menuntunmu pada kedamaian...

percayalah... aku akan terus menghapus lelahmu, dan siap untuk sekadar menjadi sandaran kepalamu...

percayalah.... aku akan terus memelukmu dengan caraku, dengan doaku, dengan setiaku...

karena, percayalah...

cinta yang kulabuhkan padamu, tanpa jeda, tanpa gugur, tanpa patah, tanpa rapuh dan tanpa keraguan...

*kepadamu, pemilik mata indah kecoklatan

Bekasi, 7 Agustus 2013
dalam keheningan...

Kamis, 25 Juli 2013

catatan kecil untukmu

apa kabar senyum mu? aku telah lama tak betegur sapa dengannya..
apa kabar dengan pelukmu? masih kah dia sehangat jika berbalut ragaku?

aku tak pandai menulis segala tentangmu..
aku menyimpannya dalam dalam dihatiku..
sering satu persatu ku ulas kembali ketika rindu meresap hebat..

layaknya malam ini doa terpanjat pada lisan agar senyum dan pelukmu tetap hangat..
aku rindu segalanya, dirimu..

rambutku kini telah terlalu tersusun rapih, tak ada usapan jemarimu.. dia beku terbelenggu rindu

aku, merindumu disetiap hela nafasku, berharap temu untuk sekadar melihat canda dan tawa mu...
temui lah aku, rindu ini hampir terbujur kaku.. tak berdaya aku dibuatnya...

kepadamu, pemilik mata indah itu...

ps : i love u

Senin, 22 Juli 2013

Kolak Ribuan Kilometer

langkah kaki mulai tersendat
dengan rindu dia bersegama
melawan jarak dan waktu yah seolah...
tertawa lantang menikmati kegusaran kita...

namun, masih kuat ku mampu berdiri
pada lingkaran senyum meronamu..
diam diam membisiku untuk tetap bertahan pada rintangan...

betapa indah semesta, suguhkan aku kolak semanis ini...
terdapat, senyum, peluk dan kecupmu didalamnya..

kolak yang ajari aku betapa indahnya bersabar, menunggu waktunya berbuka..
buka, segala rindu yang terpendam diam diam rapat...

aku tau betapa dalam nya rasa cintamu
begitu juga aku, mencintaimu begitu dalam dan senantiasa menunggu jadwal hadirmu..

baiklah,akan kuhangatkan kolak ini terus menerus, agar siap kita santap untuk waktu nanti, ya nanti disaat raga kita tak lagi meronta rindu, hanya dapat labuhkan peluk ...

ps : Mas, cepat pulang, aku mencintaimu...

Selasa, 23 Juli 2013

(kubalas puisimu lalu, http://www.khoyandloser.blogspot.com/2013/07/terimakasih.html?m=1 )

Sabtu, 20 Juli 2013

Suguhan Kebahagiaan

Mas, cepat-cepat aku habiskan
Waktu kita sedikit lagi
Jika santapan ini habis, kita berhasil!
Berhasil menang dari waktu yang kian berlarut cepat sekali

Bukannya begitu manis?
Semanis senyummu sore ini
Ranum layaknya ubi yang kita santap tadi
Lembut suaramu, kalah pisang didalamnya

aku ingin cepat habiskan.,
Jangan mau kalah, oleh waktu yang sengaja berjalan cepat, ya setidaknya hanya disaat kita bersama
Waktu seakan ingin menertawakan
Sekongkol pada jarak

Jika saja aku dapat berteriak
Sekedar untuk hentakan waktu
Agar tak terburu-buru berlalu
Seperti kecup bibirmu yang mendarat di keningku

Padahal kolak ubi ini masih segar
Layaknya rindu yang memuncah, mendidih, panas
Panas melebihi asmara kita
Kita saat bersama saling mendekap
Mendekap dengan lengan yang hangat

Katamu selalu mataku yang coklat
Padahal matamu selalu lebih memikat
Disana aku dapat tenggelam
Manis rasanya kujilati jemariku satu persatu
Satu-satu aku aminkan doa kita
Kita yang menginginkan bersama
Sampai rambut memutih
Memutih karena usia
Usia yang sudah membuat kita bisa duduk santai di teras

Mas, tepat sekali kau berikan semangkuk untukku
Menggambarkan kita yang hangat, beragam, manis dan siap untuk dihidangkan.

siap untuk bersama dengan segala perbedaan..
siap tetap mencinta walau sudah beku oleh rindu
siap melengkapi agar tercipta rasa yang luar biasa

mas... akan kuhabiskan semangkuk kolak ini, layaknya kisah kita.. akan sampai habis, saat nafas kita telah habis, tiada jeda..

kepadamu sang penyuguh kebahagiaan  http://www.khoyandloser.blogspot.com/2013/07/sajian-pertemuan.html?m=1

Rabu, 17 Juli 2013

Hujan, tak lagi merintik

Hujan kali ini.. tak lagi merintik
ia terurai bersama kenangan yang telah rapuh..
kenangan masa silam yang jauh membeku didalamnya

Hujan kali ini tak terlalu pelan pelan datang
diam diam melukai.. memberi bekas yang tajam
dan siap pergi menjauhi..

Hujan kali ini siap menghapus..
luka lama yang berlarut sembuh sebelum terbalut..
luka yang hentakkan jantung dimalam perindu..

Hujan kali ini membawa namamu..
nama yang ku tunggu hapuskan lukaku..
penunggu baru singasana hatiku..

Hujan kali ini tak begitu dingin..
dia terjatuh dengan gemulai tepat dalam hatiku
menusuk hebat mengukir namamu...

Hujan kali ini bawakanku secarik kertas baru
siap untuk kulukis dengan tinta biru..
warna kesukaan mu..

Hujan kali ini tersenyum malu.. 
warnanya merah delima.. tak lagi kelabu seperti dulu...
membawa aroma ceria dalam setiap tetesannya..

Hujan kali ini adalah kamu.. siap untuk ku rajut dengan benang biru..
Hujan kali ini adalah kamu.. tersenyum ditepian senja yang hampir kelabu..
Hujan kali in adalah kamu.. penjaga hati baru.. rindu yang baru..
Hujan kali ini adalah kamu.. menyejukanku dalam kedamaian... 




*senyum dan peluk manja dariku.. mas, Hujanku.. yang memberi warna biru... ( http://khoyandloser.blogspot.com/ )



Rindu ditepian malam

langit begitu cepat mengelabu.. ketempat dimana malam hadir tanpa ragu..
dan sosok wajahmu lah yang masih diam terpaku pada sela sela nafasku...
entah mengapa malam ini begitu membeku.. rindu akan hangatnya pelukmu..
pelukan terakhir sejak pertemuan kedua itu...

pertemuan dimana kita benar benar layaknya tamu.. malu-malu diam terbelenggu..
terbelenggu asmara yang kian membara... menggempita rongga jiwa..
diam diam aku menaruh harapan dalam senyum yang terselip manja dibibirku...

malam kini begitu kejam.. membiakkan rindu hingga sedewasa itu..
ingin kembali rasanya berpulang.. pada hangatnya bahumu yang mendekapku tanpa ragu..
memelukku dalam sendu...

aku ingin bertetap di hatimu, bersantai pada kerinduanmu.. dan tetap menggenggam hangatnya jemarimu..

 malam kini hadirkan rindu.. waktunya semakin melamun.... seolah memperlambat waktu bertemu..
aku diam disini menanti waktu..hingga mampu menghantarku jalan pulang menuju hatimu..


ah, setiap malamku selalu seperti ini.. memenjaraku pada rindu.. rindu yang menghadirkan kegusaranku..

mas.... aku mau duduk kembali berdua bersamamu untuk sekedar menghabiskan senja.. menjadikan ia cerita indah untuk waktu senjaku nanti..

mas.. aku mau bersandar pada bahumu untuk sekedar lepaskan lelah beban masa silamku..

mas... mari kita rakit rumah kita sendiri.. dimana masa depan telah tak sabar menanti..
aku mencintaimu... merindumu... ditepian malam yang terus mengelabu...

dari aku wanitamu, penjaga rumah hatimu...


( balasan puisi untuk kamu yang tercinta, http://www.khoyandloser.blogspot.com/2013/07/rumah-kita.html )

Selasa, 16 Juli 2013

Peluru rindu

2 bulan.. 20 hari.. 6 jam... 20 menit..
sudah berlalu, namun kenanganmu masih menggema dalam desakan nafas ini.. masih dirimu yang kusebut..
bukan karna mencintaimu, namun karna peluru rindu masih jelas tertanam pada bilik bilik jantungku, mendegupkan rangkaian kenangan kita... duluu...
teringat jelas dalam serpihan itu, kenangan kita, saat janji bermakna dalam... saat jarak yang menyatukan kita... tentang sore itu taman hijau, kapal layar yang kita layari.. sebenarnya itu hanya hiasan, namun betapa serunya dua remaja ini bereksperimen pada imajinasi...
berlayar kita jauh, lucunya aku ingat penjaga kapal itu tertawa kecil saat kita bercanda ala film film negri barat itu, aku juga ingat saat kita telah lelah bergurau, kemudian menepi lah kapal layar itu, aku layaknya putri raja kau menyambutku dibawah, menggandengku... semua indah..
masih teringat juga, saat aku merengek minta kau gendong, dan kau menurutinya, dan kenangan itu hanya kebahagiaan...
pertemuan kita yg terbatas oleh jarak dan waktu, justru menguatkan kita...
aku rindu.. peluru ini masih menancap, peluru rinduku...
aku juga masih ingat tentang lagu yang selalu kita nyanyikan, bertajuk jarak dan kesetiaan, kita mulai menyanyikannya setelah hari dimana tiket bioskop yg kau hilangkan, dan dimana aku menghabiskan makananku demi kamu di warung makan pinggir jalan itu..
kebahagiaan yang sederhana, terhambat oleh jarak dan waktu..
namun....
dari semua ingatan itu aku ingat 80 hari yang lalu, saat kau memutuskan mengakhiri hubungan ini...
jarak yang membatasi kita ternyata tak cukup membuat mu setia, iya dia pihak ketiga yang kini menjadi pilihanmu....
kini tiada penyesalan dan airmataku lagi, ya! kenanganmu akan terus ada, namun hanya sebagai pembelajaranku, tentang bagaimana kesetiaan ditangguhkan...
aku menulismu bukan karna hal ingin kau kembali, aku hanya terserang peluru rindu yang seperti malaria ini..
peluru rindu akan kenangan..
itu saja.. jaga dia seperti kau menjagaku dulu, karna itu sangat indah ;)

Mas,

selamat malam pangeran berparas sendu, penunggang rindu...

Mas, sejak aku yang memutuskan untuk jatuh cinta padamu.... lekukan senyummu selalu tergambar..
rona wajah ceriamu membekas erat menggengam keraguan agar tak hadir setiap malamnya..

Mas, biarakan pena tak bertinta ini terus menggores melafadzkan namamu pada setiap ayunannya, terbungkus rapih pada setiap doa sepertiga malamku..

Mas, sejak jatuh cinta itu ada.. tiada henti jantungku menyeru segala tentangmu..
melantunkan setiap gerak gerik tingkah lakumu..

Mas, setiap malamku layaknya panggung teater.. disana selalu diputar segala cerita kebersamaan kita..
canda, tawamu, keluguan dan kehangatan mu.. selalu kamu aktor utamanya..

Mas, biarkan sekelumit tentangku menjadi rindumu.. menjadi bagian yang mengalir pada alunan darahmu..
menjadi tetesan embun pada segala dahagamu..

Mas, izinkan aku berteduh pada hatimu.. dari dinginnya hujan diluar sana, untuk sekedar menyeruput hangatnya secangkir senyum mu..

Mas, apa salahnya aku menjadi bagian dari mimpi mu.. selimut dalam badaimu.. dan salju diteriknya panas hari harimu...

Mas, perkenankanku mengusap gundahmu.. bahagiakanmu hingga nafas terputus dari nadinya..

Mas, masih adakah rongga pada bilik hatimu untukku?
Mas, biarkan kutempati tahta singasana cintamu..
Mas, jadikan aku rumah terakhirmu, tempatmu bertumpu dan bidadari surga mu...


dari aku, yang merindumu tanpa jeda... mencintaimu tanpa jeda...

Merindumu diam diam

untuk kamu, mas..

entah bagaimana pagi ini begitu riuh..
menggempita lisan agar terus bersenandung pada sela sela senyumku..
ya.. hatiku kian rancu.. pertemuan kita akan segera berlabuh..
untuk sekedar melepas rindu yang telah berdebu dan terbujur kaku...


*terakhir kita berjumpa aku terperosok dalam pada tatap matamu..
jauh didalamnya kutemukan bongkahan cinta yang selama ini dambaku diam..
harta karun yang tak ternilai...

tulus sayup kutatap matamu, terdengar bisikan hangat akan keinginanku memelukmu..
saat itu inginku memenjara waktu, menjadikannya tawanan agar tak secepat itu berlalu..

kau lah muara segala penantian, rumah tempatku kembali..
tak sabar rasanya menunggu waktu ... melaju sampai kita bertemu.. lalu kuhentikan waktu itu untuk sekedar tenggelam dalam tatap hangat matamu..



                "izinkan aku menjadi tempat terakhir dalam mimpi malam mu.. menjadi penyambut datangnya pagimu, dan penghapus segala gusarmu, izinkan  aku mas.. "

bisik dibalik senyum maluku...saat itu...

aku merindumu diam diam.. tetap memelukmu dalam doa, memperhatikanmu dalam asa..
aku yang merindumu diam diam, kian tersandung kegusaran yang mencekam, pertanyaan yang terus megelabu "kapan kita bertemu lagi?"

kini jawaban ku terima... senyum meronaku kembali menebal merah delima....
 

terimakasih telah menjadi akhir penantianku, mas
terimakasih telah setia menjadi lamunanku..


*peluk hangat sang penantimu, ampas kopi itu masih hangat


(membalas puisimu,http://www.khoyandloser.blogspot.com/2013/07/dibalik-senyummu.html )

Selasa, 25 Juni 2013

SINGKAT

"aku berangkatnya pagi, biar kamu puas ngobrol sama akunya"

Kita Sampai siang itu... Matahari yang dengan hangatnya memancar menyaksikan kita...

Aku yang termangu menatap wajahmu, ya pertemuan pertama kita...  Pesona mu mengunggah jiwa, senyum itu masih jelas tergambar pada helai helai ingatanku.. Ini tentang mu, di siang hari ke dua puluh bulan ke lima, pertama kalinya kita berjabat tangan, seolah ada energi energi statis tersalur melalui hangat nya jabat tangan mu, mengalir deras bermuarakan jantungku... Ia berdegup cepat...

Kamu, siapa kamu? Pertemuan kita yg Tuhan rencanakan, Pertemuan yang menjadi sebuah pertanyaan pada benak ku...

"Tuhan, dia orang yang ku suka, kini dia dihadapanku, menggapai tanganku, Tuhan, apa maksud dari detak jantungku ini? Tuhan, apakah aku jatuh cinta??"

Lidah yang beku, terselip senyum manja pada sudut bibirku, tersipu ku malu padamu, genggaman tangan itu...

=====================================

Siang itu, milik kita, aku kamu bercanda tertawa membahas perihal yang tabu, tak perduli apapun itu... Yang aku tahu saat itu aku berada diruang hanya bersamamu, menikmati suasana.. Tawamu yang semakin renyah terdengar, senyum yang semakin hangat, serta sentuhan mu.. Semakin membuatku melayang, buta oleh kenyamanan saat itu...

Jarum jam semakin berputar, aku merasa lelah dan kau hendaki aku bersandar pada bahumu, kecupan pertama itu tepat sasaran pada keningku, belaian hangat tangan mu terbalut helai-helai rambutku...
Semakin saja aku terbuai, terlena oleh bisa mu.. Yang manis sampai ke kerongkongan..

*aku juga ingat saat kita berjalan, lelucuon lelucuon mu, membuat kita tertawa lepas, bebas tanpa beban

"kamu tau, sekarang sudah ada tekhnologi baru? Namanya trotoar! Harus digunakan dengan baik jangan jalan ditengah jalan"

Aku ingat kalimat itu, kau menarik tanganku, menjagaku dalam dekapmu, aku benar benar terkendali oleh mu saat itu...

=====================================

Banyak hal yang indah saat itu, kita duduk berdua menatap senja, dan masih saja berbincang, dikereta gantung itu, kau mulai mendekap ku hangat, kecupan itu terlontar pada bibirku, aku rancu...

Menolakmu atau membiarkan kita menikmatinya, hatiku rancu mengingatmu yg baru aku kenal 5 jam yg lalu ..

Namun... Hatiku telah memilihmu...
Kita, kamu aku membeku sejenak karna aku menolak, hingga kau tarik aku, sandarkan kepalaku pada pundakmu... Kita kembali hangat...

=====================================

" kamu seneng gak? | iya aku seneng [seneng banget malahan]"

Waktu cepat sekali, langit mengelabu, saatnya kita mengakhirinya, pertemuan pertama kita, kau genggam tanganku menghantarku pada perpisahan, entah apa yg ku rasa, sedih, senang atau apa?

Aku tak ingin waktu berlanjut "Tuhan, tahan detiknya"

Aku ingin bersamamu...

Tiba, kita menanti mobil angkutan kota jurusan rumahku, ya kamu menungguku naik duluan, kita yg berlainan arah.. Kembali kau kecup keningku, entah yang keberapa kalinya, kau hapus lelahku, tatap mataku, sayaang. Inginku memanggilmu layaknya itu..

=====================================

Namun, kini itu hanya bait cerita pada malamku, kenangan yang ku simpan apik pada bilik jantungku, kau hilang ntah kmana, angin membawamu berlalu...

Aku, disini mengulang kisah kita, pada tiap uraian air mataku..

*kamu tau, aku menyayangimu sampai kapanpun? Tak semudah itu merusak kenangan, walau itu singkat. Namun telah terpahat jelas*

Terimakasih sayang, untuk malam itu dan luka nya

Jakarta, 9 Juli 2013

Sabtu, 01 Juni 2013

NUL

Garis yang Aku Lihat Itu Hampa
garis akan harapan bersamamu, atas nama kesetiaan kehampaan lah yg kudapat, atas nama kerinduan kemenafikan lah yg kurasa...
memang bodoh menggenggam harapan pada kabut senja, bergurat indah jingga namun tak sampai mata memandang keindahan sirna bersama detik yg terus berpacu...
bagaimana bisa aku yg bersikukuh meyatukan namun kamu selalu bersikeras melupakan... apakah semua ini salahku?
aku meredam rasa, hingga lidah bungkam pada penjejakan yang kerap melukai hati, namun tak disadari gejolak ini selalu ingin berkecimpung, aku ingin bersamamu...
aku ingin bersamamu, memperbaiki hatimu yg luka, izinkan aku menjadi tetesan air di padang gersang mu, izinkan aku menjadi angin di terik siangmu, izinkan aku menjadi tungku dimalam badai mu....
lalu mengapa kesetiaan ini ditangguhkan? sementara kuncinya ada padamu...
aku yg memelukmu dalam doa dan simbahan derai airmata pada kain kerudung putih terbalut dalam tubuhku, aku memelukmu dalam doa sepertiga malamku, aku memelukmu dalam doa yang selalu kuselipkan pada detik lafadz shalawat yg kerap ku ucapkan...
berdoa demi kebahagiaanmu, berdoa demi perlindunganNya
TAPI....
Garis yang Aku Lihat itu Hampa
hampa, dari hadirmu, garisNya membedakan, bukan bukan kita berbeda tapi ambisi kita...
ya, ambisiku padamu dan ambisimu padanya...
kita sama sama tak dapat melupakan, hanya saja caranya berbeda...
kita sama sama menyakiti perasaan, hanya saja caranya berbeda...
kita sama sama memegang kesetiaan, hanya saja berbeda tujuan...
ya, memang aku dan kamu tak kan menjadi kita, karna hanya aku yg berusaha...
berbuatlah semaumu, maka akan aku terima semauku...

Jumat, 31 Mei 2013

iya, curhat

"pernahkah sedetik saja kau merindukanku?"

pertanyaan yg selalu saja terlintas dalam benakku... kerap kali aku beranjak dari mimpiku tentangmu, kerap kali aku berusaha namun sungguh ku akui tak semudah itu, tak semudah aku merindukanmu...

ya, memang rinduku selalu kupertanyakan, bukan karna tak ada balasmu, namun karna, aku tersadar pantaskah aku merindumu...

sering kali aku menertawakan airmataku yg bersimbah, tar terarah, tertawa untuk menahan kelemahan ini...

aku benar benar sangat merindukanmu...

kepura puraanku melupakanmu, diam, tak bersuara, semua gagal membuat mu merinduku, tentu. Aku sadar, siapa aku? aku hanyalah pena tanpa tinta, kosong. aku bukan dia

dia yg selalu menjadi tulisanmu, kamu menjadi tulisanku, dan aku menjadi hal yg tak pernah kau baca...

dia yg sangat kau artikan, ya memang siapalah aku?

tapi, apa salahku mencintaimu?
apa salahku merindumu?
apa salahku menangisimu?
apa salahku atas anugrah Tuhan ini?

aku pun lelah, lelah sekali aku pun ingin berhenti menyayangimu, merindumu, dan menangisimu, aku lelah :''

ini diluar kendali, akupun tak dapat mengaturnya, ini kuasaNya...

ajarkan hatiku cara membiasakanmu, tidak menspesialkanmu

ya, aku menyayangimu, kamu menyayanginya...

ya memang aku yang salah, terlalu berlarut dalam khayalan khayalan gila tentangmu, aku terlalu berharap

tapi bukan kah kamu yg membuat ku berharap? tak ingatkah kau?

lalu mengapa aku sendiri yg menanggungnya?
lalu bagaimana bisa ku melepas rindu, jika rinai rinai senyum mu menari nari disetapak gerak jejakmu kemarin?
mengusik keraguan, menjadikan keyakinan.
lalu bagaimana ku melukis luka, jika harapan tentang mu justru memberi gradasi ketenangan?

yang kurasa benar2 merindumu dalam peluk dan hangatnya tawamu...

kapan kita berjumpa? namun kurasa percuma, mungkin dalam perjumpaan kita, bayangannya lah yg hadir, bukan aku.

ya ini aku yang merindumu, mas

Senin, 27 Mei 2013

Perdebatan sore itu

"sista! apa yg dia bisa perbuat buat lo? dari sekian banyak cowo yg keren, tajir, ganteng, tapi justru lo mengharapkan dia yg gak ada apa apa nya? apa yg lo cari? "

"bitch please, cinta itu gak dinilai dari itu semua"

"shit guys! come on! your look so beautifull! kenapa lo kaya cewe yg lemah dan kolot banget si?"

"hahaha lo justru yg terlalu bodoh dalam menyikapi perihal perasaan, semua lo sama ratakan sama materi dan kelebihan"

"honey, lo mau hidup pake cinta? lo makan cinta? dia bisa apa bahagiain lo tanpa materi? haha shit guys!"

"sahabatku, kenyamanan bukan terletak pada itu semua, bahagia itu sederhana, gue bisa bahagia walau hanya duduk2, menikmati hari bersamanya, menghirup segarnya udara karunia Tuhan, bercanda ria, tertawa hal yang sederhana hingga senja, gue bisa bahagia dengan melihatnya tersenyum, gue bahagia akan peluk hangatnya, pundaknya yg selalu siap untuk gue basahi dengan keluh kesah gue, gue bahagia dengan caranya memperhatikan gue, walau sekedar mengusap keringat gue dengan pakaiannya, gue bahagia bersandar padanya, gue bahagia kita mendengarkan lagu bersama, gue bahagia bisa menjadi sumber tawanya, gue bahagia walau sekedar mendengar suaranya yg menyapa... kebahagiaan itu sederhana, cinta itu sederhana, dia dan gue sesederhana Tuhan mempertemukan kita... gue bakal terus menanti dia, yg belum pernah menoleh ke gue, belum loh, bukan tidak! gue yakin Tuhan punya caraNya sendiri buat mempersatukan kita, mencinta itu tanpa pamrih, yg dibutuhkan bukan sekedar balasan, tapi pemahaman, cinta itu mendewasakan kita, lihat aja, cinta kedua orang tua lo, hingga lo sebesar ini, tanpa cinta mungkin lo gak bakal bisa duduk disini bareng gue.. sahabatku, pergilah mencari cintalo, jangan samaratakan dengan materi dan perihal yg kasatmata, rasakan cintalo, maka lo bakal paham tentang apa yg gue rasa..,"

"iya, tapi sampai kapan lo mau nunggu?"

"gue gatau, kapan gue bakal berarti buat dia, tapi ketulusan gue buat dia bakal Tuhan jawab dgn keindahan, toh lg pula gue memilih pria yg punya kredibilitas juga, gue gak buta2 bgt ama cinta. hahaha"

Jumat, 24 Mei 2013

Rinduku, beginilah ia

"Rinduku kini telah cepat tumbuh, setiap harinya disirami airmata dan dipupuki kekhawatiran akan kehilangan dirimu"

ya, rinduku telah cukup dewasa, dia mampu datang dan berdiri sendiri diatas perasaan yang sungguh masih anak anak...

namun rinduku masih terlalu bodoh, dia selalu datang, padahal ia tau tak kan terbalas, dia datang setiap hari bersama airmata dan harapan, menanti balasan dalam kebodohan.

rinduku telah teramat kuat, dia dibentengi cinta, tulus , dan angan, sehingga rinduku kini telah mampu mengoyak hati, merajam jiwa hingga rapuh, dia berhasil menang menguasai tahta nya...

ya, rinduku tidak pamrih, dia sadar akan letaknya, merindu yg bukan selayaknya, rinduku lebih sabar dan berbesar hati...

rinduku kini telah menjelma menjadi udara, dia tak terlihat namun dapat dirasa, merasuki aku dan alam bawah sadarku...

rinduku sudah terlalu baik, dia mengalah pada rindumu, dia bersabar pada rindumu, dia menanti rindumu...

ya, rinduku dia sudah terlalu pemilih, dia hanya memilih rindumu, tak inginkan rindu yg lain...

ya, rinduku telah amat setia menanti diujung jalan dibawah awan hitam yang kian menutupinya...

ya, rinduku sudah terlalu bijak dalam menyikapi rindumu...

rinduku akan menjadikan rindumu rajanya, mempersatukan kita, rinduku akan diam-diam mengenang, tanpa menghempas asa.. rinduku tetap berusaha untuk rindumu

PS : hai, kamu rinduku ingin bertemu rindumu

Sabtu, 11 Mei 2013

Ibuku.. nyawaku

"kamu tuh harapan ibu ra, jangan melawan... tak ingatkah aku yang menopangmu.. menyuapimu.. menahan beratmu dalam 9bulan 10hari... dan aku yg bertengkar dengan nyawa hanya demi menghadirkan mu didunia....."

pesan ibu setiap kali aku telah jengah atas semua nasehatnyaa..
memang ibu adalah segalanya bagiku.. namun terkadang sifat kekanak-kanakanku masih ada ketika ibu selalu mengeluh kelakuanku...

memang tiada kata kasar terucap dalam lisanku .. tidak pernah dia tau ocehanku dalam hati... menyudutkan dan menyalahkan dia..

namun sesekali penyesalanku lahir.. saat aku melihatnya lelah raut wajahnya yang kian menunjukkan ketegaran.. dalam benakku "aku anak macam apa?"
berkeluh kesah atas kesalahan yang memang aku perbuat, menyalahkan ibu yang sebenarnya dia nyawaku..

sebagaimana layaknya nyawa.. apa aku tanpanya? hanya seonggok daging tak bergerak tak berguna...
namun hadirnya menghidupiku.. malaikat yang memberkatiku.. memberikan aku nafas..,

ibuku... aku melihat indahnya dia bila bersayap ya karna memang Tuhan ciptakan dia untukku tak bersayap...

ibuku... dia terjaga dalam gelapnya malam dalam keadaan duduk karna aku yang selalu rewel akan penyakitku..

ibuku... mengusap kepalaku dan menyelimutiku...

mungkin dia lelah akan kelakuanku, namun dia tak pernah lelah menghabiskan banyak waktu hanya untuk memberi wejangan wejangan untuk masa depanku...

ibuku yang keringatnya adalah darah dan nafasku...

masih terasa dalam ingatanku dengan logat sumatranya... nasehat nasehat yang dia berikan.. menjadi pegangan disaat lumpuh aku dalam berjalan.. sebagai tongkat penyanggah akan kerapuhanku

*pernah suatu malam disaat langgananku hadir.. penyakitku.. ibu duduk dengan kain putih dan diatas sajadah sambil mengangkat tangannya.. air matanya tak menetes karna habis terurai ... dia menangis dalam lafadz doanya hanya demi kesembuhanku..

dalam sakitku bukan hanya aku yg merasakan justru ia lebih pedih merasakan sesak nafasku...

ego ku... sesekali menyakiti malaikatku itu... padahal setetes air susunya pun belum sempat aku balas...

itu baru awal permulaan hidupku.. belum lagi ...

dia mengajariku bicara.. apakah pantas bicaraku dia yg mengajari namun sekarang aku pandai melawannya?

dia mengajariku berjalan.. apakah pantas sekarang justru aku yg berlari meninggalkannya...

dia mengajariku segalanya namun apa yg ku ajarkan padanya? hanya kesedihan dan airmata...

berapa kali aku memohon ampun padanya.. dan berapa kali aku mengulangi kesalahanku itu..

ibuku.. surga mengalir pada telapak kakinya..
menjadikan ia begitu berharga.. ibu dia belahan jiwaku, nyawaku, nafasku, segalanya...

ibuku yang berjuang sendirian melawan kerasnya dunia...
ibuku... yang selalu perduki akan perkembanganku dan kesehatanku.. begitu dia ku agungkan, namun sikapku tak menunjukkan keagungannya..,

ibuku jendela bagi gelapnya goa hitam yang aku tempati sekarang

ibu rara mencintaimu...

aku sadar bukan engkaulah yg harus memahamiku.. namun aku yg seharusnya memahamiku..

aku bukan anak-anak lagi karna hasil perjuanganmu bu.. guratan guratan kelelahan tergambar diwajahmu...

ibuku.. dia wanita paling cantik, makaikat tanpa sayap yang paling indah, tidak kah kau lihat gemerlap sinarnya dengan kerudung putih yang melingkari kepalanya... begitu ia terlihat olehku..

malaikat yang menyambut kepulanganku dan malaikat yg memberikan tangannya untuk ku cium.. hanya demi segenggam restu mu yang menyempurnakan aku..

"bu ampuni rara yah, rara selalu buat ibu marah ibu sedih, tapi perlu ibu ketahui  pemahamanku atas itu berbeda, engkau lah nyawaku... jangan menangis lagi bu.. air matamu adalah sayatan sayatan tajam dalam hatiku... memenjarakan kebodohanku bila menyakitimu.. bu.. begitu banyak darah dan airmata yg kau korbankan hingga tinggiku sekarang telah melebihimu... usapan kehangatanmu.. dekapan mu .. semua itu membentuk tulangku.. menjadikan kini aku mampu berlari, bukan meninggalkanmu namun mengejar mimpi untuk membahagiakanmu...

ibu.. terimakasih telah menjadi malaikat ku.. menjagaku... ibu.. merindumu setiap detik merindu senyumanmu yang menjadi tiang penyanggah hidupku"

peluk hangat
dari anandamu..

Biru

Biru....
mengawali dan mengakhiri hari..
membawa dingin dalam sejuk..
menemani aku kelabu dalam hitam...
Biru...
dimana mimpi harus diraih...
cakrawala pengumbar keindahan
mengarungi ombak kegelisahan.
Biru....
letak segala permulaan...
membawa akhir pada titik terang...
sumber penghidupan...
Biru...
engkau indah.. engkau damai...
temani aku dalam guratan senja..
menguasai alam semesta...
Biru...
terang dalam kegelapan...
membawa cahaya penghidupan..
menemani jingga dalam usia..

biru itu indah, biru itu laut, langit.. biru itu tenang, biru tiada kemuraman, biru sumber kehidupan..

biru itu aku biru itu kamu..

Kamis, 09 Mei 2013

Draff... dibuang sayang

hai ji ini gue tiara gue gatau mau mulai darimana....
gue gak bisa ngomong langsung ke elo... yaudah gue ungkapin aja yah lewat sini ..
langsung aja yah ke intinya....

gue juga gak tau awalnya kenapa gue bisa selalu mikirin lo... gue gatau kenapa persaan gue jadi aneh gini... setelah dalam proses move on gue justru gue nemuin seseorang yang bisa buat gue nyaman.. ya itu elo!

berawal dari senyum dan sebuah canda tawa.. gaya lo becanda ji buat gue ketawa ketawa yang bener2 seru... setiap kata yang terucap dari lo mau itu lisan atau tulisan itu selalu indah bagi gue...
gue belom banget mengenal lo.. tapi gue juga gatau ji kenapa setiap hal yang berhubungan tentang lo gue selalu bahagia dan nyaman... singkat banget si emang kalo dibilang ini cinta.. tapi kenapa yah gue selalu ngerasain sesek nafas kalo lo ada komunikasi sama orang.. atau karna lo cuekin gue...

lo tuh gak bisa ditebak !!! lo bisa seharian gak ngehubungin gue..  tapi tau tau lo kasih gue kejutan kejutan lo yang buat gue meleleh banget... 

lo yang cuek tapi perhatian...

lo gak tau kan setiap hari  gueselalu mikirin elo, lo gak tau kan diem diem gue memperhatikan lo.. gue tatap gambar wajah lo yang tersenyum renyah sama gue... ji  masa gue harus galauin lo siiihhhhh... padahal gue lagi bener bener menikmati masa kesendirian gue ini... tanpa galau.. dan lo tetiba ajadateng dalam hidup gue... buat hidup gue lebih seru.. lebih manis.. dan lebih tertantang apalagi galau .. 

gue gak ngeliat fisik, tahta, atau harta lo... gue ngerasa kenyaman yang gue kangenin selama ini...
kenapa sih jiii gue kenapa???? lo tau gak lo tuh spesialnya melebihi martabak yang telornya empat..

gue tau gue bukan siapa siapa dimata lo.. bahkan setitik pun enggak.. gue tau banget loh...
gue tau kebaikan lo hanya sebagai teman  gue tau perhatian lo hanya sebatas teman 

TAPI TAU GAK GUE ANGGEP LEBIH SEMUA ITU..

ji punya beberapa aksara buat loo..

                              apa yang aku rasa untukmu bukan yang sering aku rasa.. ini bukan senja yang indah jingga dan kelabu.. ini bukan senja yang hanya hadir sesaat.. ini bukan senja yang dibanggakan.. perasaanku tanpa jeda.. tanpa guratan, dan.. seberusaha apapun kau menafikanku hingga tak berdaya aku akan selalu dibelakangmu.. ini bukan tentang kebersamaan.. namun initentang bagaimana aku mengagumi mu.. tetaplah menjadi seperti ini.. hingga fajar tak mampu lagi mengawali...


                                  Terima kasih "JI" 
  

Rabu, 08 Mei 2013

Hai kamu.. ji! ini untukmu

hai... kamu..
senyum mu.. tak sadar kah kau itu sangat indaah..
ada apa dengan hati ini menjerit dan meraung akan senyum mu..?

hai kamu! aku jatuh cinta padamu

tak tampan kau miliki... mengajariku bahwa cinta hadir dalam keindahan sikap....

sifatmu.. sulit untuk ku tebak, ya bagaimana kau padaku...
haruskah aku menggantung harapan padamu?

hai kamu! bagaimana caramu mensihir fikiranku yang selalu tertuju padamu

apa yang kamu punya? bahkan kamu biasa aja... walau kamu biasa aja kamu buat aku suka bernafas dengan cepat dan senyum senyum kecil saat mengingat wajah kamu...

wajahmu yang sederhana.. penuh keramahan, kehangatan dan kemanisan..

kamu yg misterius, cuek dan sesekali acuhkan aku justru membuatku jadi tambah ingin bersamamu...

semakin kamu menjauh dari aku, itu justru membuat kita semakin terikat ...

kamu menyemangatiku, menasehatiku, memarahiku, memperbaiki kesalahanku, dan menyempurnakanku...

walau terkadang aku lah yang menantimu...

hai kamu ji tanpa kita harus bersama cintaku takkan usang, walau kadang ombak menerpa cintaku takkan rapuh..

hai ji tetaplah seperti ini...
tak apa kau tak lihat aku, penantian ini tiada jeda.. cinta tak harus dimiliki , kau tak harus jadi milik ku...

tapi percayalah ji, sang fajar akan terus hadir dalam setiap pagi, walau dia selalu diacuhkan.. sang senja akan terus indah walau dia hanya guratan jingga.. dan percayalah ji.. fajar dan senja akan selalu sama walau ia tidak bersama

                                   

Selasa, 07 Mei 2013

kenangan

kenangan...
pantaskah ini disebut kenangan tentang kemanisanmu menjamahi fikiran dan qalbu ku.. memfatamorganakan harapan hingga terbendung menjadi titik titik kepedihan..
pantaskah ini disebut kenangan atas keluguanku terbodohi oleh hati...
pantaskah ini disebut kenangan karna setiap aku mengingatnya nafasku sungguh berpacu dalam sesak..
     
hujan itu memecah genangan kesendirian, menyelimuti dengan harapan, hujan itu kini menjadi petir.. hujan itu telah dingin.. tiada hangat tiada kasih....

kenangan yang memanipulasi akan aku, merasuki jalan terang dalam penjiwaanku.. merubahku.. menjadi takut..

takut untuk membentuk kembali kenangan baru, takut kenangan itu seperti duri bukan pada mawar melainkan kaktus dan bisa ular yang mematikan..

apa salah bila ada yang mencintaiku?
mengapa hati ku juga menangis?
apa salah bila aku ingin membuat kenangan baru?
mengapa hatiku juga menangis?
kenangan... datanglah bukan yang lalu... namun kenangan.. rakitlah, isi kembali.. penuhi lagi posisimu.. berikan kebenaran

bahwa kenangan itu indah, tidak melukai, tidak menyakiti...
kenangan itu manis, tersenyumlah dan buatlah kenangan baru.. dan kenangan.. terimakasih telah mengajariku akan... kenangan

terlihat Baik atau terlihat Benar?

beberapa orang menganggap terlihat baik itu menjadi sesuatu hal yang paling benar..

ada yang beranggapan terlihat benar itu hal yang paling baik

bingung bukan? ini tentang bagaimana kita dapat terlihat oleh orang, dimana diri merasa paling baik, namun sesungguhnya belum tentu dia benar, dan merasa paling benar padahal belum tentu itu baik...

     lalu harus bagaimana? baik atau    benar?

jangan terlalu terburu-buru dalam membahas hal yang sesungguhnya tidak kasat mata ini

jangan pernah ingin terlihat baik, karena itu tidak dibenarkan.. jadilah baik dan lakukan! bukan karna ingin terlihat namun juga bukan karna ingin dibenarkan.. jadilah baik dengan benar bukan terlihat baik atau terlihat benar
        
       sekarang aku paham, lakukan yang terbaik tanpa ingin terlihat benar..

ya seperti itulah.. karena baik dan benar.. keduanya tidak dapat dipisahkan seperti menyatu.. baik dan benar hanya dua kata yang menyelaraskan hidup.. tanpanya apalah kita?

LDR

Long Distance Relationship iya, seperti itulah hubungan ini dikenal.. tentang terpenjaranya rindu dalam dua ruang yang membeku.. jarak dan waktu

tentang sebuah penantian yang ada akhir atau entah sampai kapan..
tentang sebuah kesetiaan yang ditangguhkan..

namun sampai kapan?

akan kah jiwa ini akan selalu menunggu dan setia..? bila ada cinta disana dan kau nyaman bersamanya haruskah hanya aku yang bertahan?

ketika mata, hati dan ragaku terkunci dalam "jadwal hadirmu" yang belum jelas juga kapan terpenuhi lalu haruskah hanya aku yang bertahan?

ketika mereka yang bergunjing tentang hubungan ini lalu haruskah hanya aku yang bertahan?

tidak! pulanglah... jangan menjadi harapan dalam kerapuhanku...
jangan menjadi penyesak nafasku...
pulanglah dalam keadaan kau mencintaiku... kapanpun kau akan pulang hati ini masih kepunyaanmu

Rumah Tangga?

Sesekali saya bertanya kepada diri saya sendiri, apakah orang yang melihat saya, ingin menjalani kehidupan seperti saya? Satu hal yang menj...